Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mobil EV dan Hybrid, Subsidi, Keunggulan, dan Hal yang Harus Diperhatikan

05 April 2026 | April 05, 2026 WIB Last Updated 2026-04-05T08:12:00Z


BECKER.BIZ.ID-Mobil listrik (EV) dan Hybrid akan disubsidi oleh pemerintah. Hal ini masih berupa rencana dan wacana. 

Informasi ini berasal dari luar negeri;  tidak bermaksud menjelekkan, namun terdapat beberapa kasus yang membuat pihak terkait melakukan antisipasi agar permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat.

Perawatan mobil EV sebaiknya dilakukan sama seperti perawatan perangkat elektronik, misalnya handphone atau laptop. 

Apabila diperlukan, Anda dapat membawanya ke bengkel resmi atau layanan terpercaya untuk perawatan lengkap. 

Kualitas layanan yang baik dan harga yang wajar dapat diperoleh di bengkel terpercaya.

Oleh karena itu, saya membahas topik ini bukan untuk menjelekkan, tetapi karena beberapa kasus sedang terjadi di luar negeri. Hal ini penting untuk menjadi pertimbangan Anda sebelum membeli EV. 

Fokus pembahasan adalah mobil full EV, bukan Hybrid.

Bubsidi mobil EV dan Hybrid. Besaran subsidi resmi belum jelas, namun kabarnya mencapai Rp80 juta. 

Sebenarnya, jika pajak dihapus, harga mobil sudah relatif terjangkau. Saat ini, pemerintah menerapkan pajak yang cukup tinggi sehingga harga mobil Hybrid dan EV menjadi mahal, baru kemudian diberikan subsidi sebagian.

Hal yang perlu diperhatikan saat membeli mobil EV. Pertama, cek daya listrik di rumah. Beberapa EV, misalnya Tesla, membutuhkan daya hingga 8.800 watt.

 Apabila daya listrik rumah tidak memadai, Anda perlu menghubungi PLN untuk menambah MCB khusus. Kapasitas baterai juga menentukan jarak tempuh. 

Misalnya, baterai 20 kWh dapat menempuh rata-rata 180 km, yang akan berkurang saat menghadapi kemacetan, tanjakan, suhu panas, atau penggunaan AC lama. Kapasitas 100 kWh dapat menempuh hingga 500 km.

Selain itu, perhatikan fasilitas pengisian listrik di kantor atau stasiun umum. Jika mobil hanya digunakan untuk perjalanan pendek, hal ini biasanya tidak menjadi masalah.

Kelemahan EV: saat terjadi kecelakaan, pintu dapat terkunci karena seluruh sistem listrik mati. Hal ini berpotensi membahayakan keselamatan. 

Beberapa kasus tercatat di Korea, Taiwan, Jepang, dan negara lainnya. Baterai EV dapat terbakar hingga 1.800 derajat Celsius, dan sulit dimatikan meskipun dicelupkan ke air. 

Petugas pemadam kebakaran menangani baterai yang terbakar dengan cara mengontrol proses pendinginan di tangki air.

Isu lain yang perlu diperhatikan adalah konsleting. Beberapa kasus disebabkan oleh kesalahan pencolokan atau kerusakan komponen. 

Di China, beberapa mobil seperti DFSK pernah terbakar saat dicas. Chevrolet Bolt di Amerika juga pernah terbakar saat diparkir. Oleh karena itu, beberapa produsen menyarankan agar EV tidak diparkir di garasi rumah untuk mengurangi risiko kebakaran.

Tips perawatan EV: jangan biarkan baterai habis total; isi daya hingga penuh lalu cabut charger.

 Simpan kendaraan di tempat sejuk dan hindari paparan panas berlebih. Lakukan pembaruan software secara berkala dan periksa sistem pendingin baterai. 

Pendinginan baterai penting untuk mencegah kerusakan, penurunan performa, atau risiko kebakaran.(*)

×
Berita Terbaru Update