Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Anak Suku Anak Dalam di Sarolangun Jalani Rehabilitasi Narkoba

04 September 2026 | September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T11:33:27Z
Dua anak Suku Anak Dalam (SAD) di Sarolangun diserahkan Satresnarkoba Polres Sarolangun untuk menjalani rehabilitasi di Instalasi Rehabilitasi Ketergantungan NAPZA RSUD Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain, Kamis (3/9/2026), terindikasi menggunakan narkotika. (Foto: Defran)



Sarolangun,Becker.biz.id– Dua anak dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun menjalani rehabilitasi setelah hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya terindikasi menggunakan narkotika jenis amphetamine dan methamphetamine.


Kedua anak tersebut diserahkan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sarolangun ke Instalasi NAPZA RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain Sarolangun pada Kamis (3/9/2026) untuk menjalani program pemulihan dan rehabilitasi.


Sebelum menjalani rehabilitasi, keduanya terlebih dahulu menjalani asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu (TAT) BNNP Jambi pada Rabu (2/9/2026). Dari hasil asesmen tersebut, tim merekomendasikan agar kedua anak mendapatkan penanganan melalui rehabilitasi.


Kasat Resnarkoba Polres Sarolangun AKP Fatur Rohman mengatakan langkah rehabilitasi dipilih dengan mempertimbangkan usia kedua anak yang masih di bawah umur serta hasil pemeriksaan dan asesmen yang telah dilakukan.


“Pendekatan rehabilitasi menjadi prioritas agar mereka mendapatkan pemulihan secara menyeluruh dan terhindar dari penyalahgunaan narkotika di kemudian hari,” ujarnya.


Menurutnya, rehabilitasi merupakan bagian dari upaya penyelamatan generasi muda dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba, khususnya bagi anak-anak yang masih memiliki peluang besar untuk kembali menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.


Selama menjalani rehabilitasi, kedua anak tersebut akan mendapatkan pendampingan medis dan psikososial sesuai dengan prosedur yang berlaku di fasilitas layanan rehabilitasi.


Kasus ini menjadi perhatian berbagai pihak karena melibatkan anak-anak dari komunitas adat terpencil. Diharapkan, penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemulihan individu, tetapi juga diikuti dengan upaya pencegahan dan edukasi agar penyalahgunaan narkoba tidak semakin meluas di lingkungan masyarakat. (Defran)

×
Berita Terbaru Update