Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Sitinjau Lauik Disorot, Zigo Rolanda Minta Hutama Karya Jaga Sumber Air Bersih Padang

22 October 2026 | October 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T09:32:04Z

 


Dirut Perumda saat berdiskusi dengan anggota DPR RI Zigo Rolanda saat di proyek Flyover Sitinjau Lauik


PADANG, BECKER.BIZ.ID — Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Kota Padang mendapat perhatian terkait potensi dampaknya terhadap sumber air baku Lubuk Paraku. Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meminta PT Hutama Karya (Persero) memastikan aktivitas konstruksi tidak mengganggu kualitas air yang dibutuhkan masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Zigo saat meninjau progres pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, Kamis (22/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menerima penjelasan dari pihak Hutama Karya dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mengenai perkembangan pekerjaan.

Zigo mengingatkan, persoalan air bersih harus menjadi perhatian sejak awal pengerjaan, terutama karena aktivitas konstruksi di sekitar aliran sungai berpotensi memengaruhi sumber air baku.

“Jangan sampai persoalan pasokan air bersih juga menimbulkan masalah yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Zigo, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan di instalasi pengolahan air atau titik pengambilan air baku (intake). Kondisi sungai sebelum air mencapai intake juga perlu diperhatikan agar potensi gangguan dapat dicegah lebih dini.

Ia meminta Hutama Karya bersama tim teknis mengkaji metode pengerjaan di sepanjang aliran sungai dan menyiapkan langkah konkret untuk melindungi sumber air baku.

Bagi masyarakat, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh terabaikan di tengah pembangunan infrastruktur. Karena itu, upaya mempercepat proyek perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keberlangsungan pelayanan air minum.

Dalam peninjauan tersebut, Zigo juga menyoroti perkembangan pembangunan flyover yang diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di jalur Padang–Solok, khususnya kawasan Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki medan dan tikungan menantang.

Ia mendukung percepatan pembangunan serta berharap pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari target Mei 2028, dengan mendorong penyelesaian proyek pada 2027.

Peninjauan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang beserta jajaran, perwakilan BPJN, Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Cipta Karya, dan Perumda Air Minum Kota Padang.

Zigo menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari kecepatan penyelesaian konstruksi. Perlindungan sumber air dan kepentingan masyarakat juga harus menjadi bagian dari tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat.

Hutama Karya diharapkan menindaklanjuti perhatian tersebut melalui langkah teknis yang terukur sehingga pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dapat berjalan tanpa mengabaikan kualitas lingkungan dan kebutuhan air bersih warga. (erdiman)

×
Berita Terbaru Update