![]() |
| Seorang pemuda berinisial SAP (28) justru harus gigit jari setelah dijemput paksa oleh tim Satuan Narkotika Polres Payakumbuh. |
Payakumbuh, becker.biz.id – Niat hati ingin jadi bos besar di peredaran gelap narkoba, seorang pemuda berinisial SAP (28) justru harus gigit jari setelah dijemput paksa oleh tim Satuan Narkotika Polres Payakumbuh. Ia diamankan di sebuah rumah di Jorong Kayu Tanam, Kenagarian Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban (Lasahan), Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (10/10/2026).
Aksi SAP yang selama ini sudah dipantau gerak-geriknya oleh kepolisian akhirnya terhenti. Saat digeledah, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 9 paket sabu seberat 4,45 gram, alat hisap atau bong, hingga dua unit timbangan digital.
Namun, hal yang paling bikin geleng-geleng kepala adalah daftar barang bukti perlengkapan modalnya yang terbilang sangat tidak seimbang. Koleksi kaca pirex mencapai 38 buah di rumahnya, yang mana jumlah ini sudah cukup untuk membuka toko alat laboratorium mini. Selain itu, ada dua unit timbangan digital yang mungkin satu untuk menimbang sabu dan satu lagi untuk menimbang porsi penyesalan. Sementara itu, isi dompetnya sangat kontras karena uang tunai yang berhasil disita petugas dari lokasi cuma senilai Rp177.000.
Melihat perbandingan barang bukti tersebut, Kasat Narkoba AKP Gusmanto menyatakan bahwa temuan paket sabu beserta sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkotika menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mendalami dugaan tindak pidana yang dilakukan tersangka.
"Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kami akan terus melakukan penindakan serta mendalami perkara ini untuk menelusuri asal-usul barang haram tersebut dan kemungkinan keterlibatan pihak lain," ungkapnya.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait narkoba," tambahnya.
Kini, SAP harus meratapi nasibnya di balik jeruji besi sambil membayangkan 38 kaca pirex milik kesayangannya yang kini sudah menjadi barang bukti polisi. (BD)
