Strategi Ampuh Menyusun Menu Bundling untuk Maksimalkan Penjualan Kuliner
BECKER.BIZ.ID-Dalam dunia bisnis kuliner, penyusunan menu bukan sekadar menampilkan daftar makanan dan minuman, tetapi juga strategi untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan.
Salah satu cara yang efektif adalah dengan menerapkan konsep menu bundling, yaitu menggabungkan beberapa item menjadi satu paket dengan harga menarik.
Strategi ini tidak hanya memudahkan konsumen dalam memilih, tetapi juga mendorong mereka membeli lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan rata-rata nilai transaksi dan memaksimalkan profit.
Penyusunan menu bundling memerlukan perencanaan matang, mulai dari menentukan target margin keuntungan hingga memilih kombinasi produk yang tepat.
Penting untuk menyeimbangkan antara menu yang laku dengan margin rendah dan menu yang kurang diminati tetapi memiliki margin tinggi.
Dengan strategi yang tepat, menu bundling tidak hanya meningkatkan efisiensi stok bahan baku, tetapi juga menciptakan nilai lebih bagi pelanggan, membuat mereka merasa mendapatkan keuntungan lebih besar dibanding membeli menu secara terpisah.
Strategi Menyusun Menu Bundling
1. Menetapkan target margin, misalnya 60% atau 70%, yang kemudian dikaitkan dengan strategi pemasaran dalam bisnis kuliner.
Selanjutnya, tentukan target EPC (average value per transaction). Setelah menetapkan margin keuntungan, tentukan pula perkiraan target PVC.
Contohnya, paket makanan ditambah minuman dapat ditetapkan seharga Rp45.000 per porsi, atau paket untuk dua orang dengan harga Rp80.000. Penetapan ini sebaiknya dilakukan sejak awal.
2. Mengombinasikan menu sesuai harga yang telah ditentukan.
Pemilihan produk harus dilakukan secara cermat, karena salah pilih dapat berdampak pada keuntungan dan penjualan. Pertimbangan dalam pengombinasian menu antara lain:
Menu yang laris dengan margin rendah dapat dikombinasikan dengan menu yang kurang laku tetapi memiliki margin tinggi.
Menu yang laris dengan margin tinggi dapat dikombinasikan dengan menu yang kurang laku untuk menghabiskan stok bahan baku berlebih.
Tawarkan menu dengan harga dan promosi menarik agar pelanggan merasa lebih menguntungkan dibanding membeli menu secara satuan.
Setelah menyusun menu, pastikan untuk menawarkannya kepada konsumen dan menampilkan seluruh menu di berbagai media promosi, seperti buku menu, tab menu di meja, maupun media sosial.
Sebagai contoh, strategi serupa diterapkan oleh McDonald’s dan KFC. Saat pertama kali datang ke outlet, konsumen akan melihat menu yang telah disusun secara strategis. Menu-menu tersebut biasanya lebih dulu menarik perhatian konsumen dan cenderung dipilih.
Anda juga dapat membuat e-shop atau sistem internal sehingga karyawan dapat merekomendasikan menu yang telah diatur secara strategis.
Nah itulah informasi mengenai Strategi Menyusun Menu Bundling. (*)

COMMENTS