BECKER.BIZ.ID-Upaya pemulihan layanan air bersih di Kota Padang pascabanjir bandang terus menunjukkan perkembangan positif. Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI, Diana Kusumastuti, memastikan progres perbaikan intake Palukahan telah mencapai 83 persen sehingga suplai air ke pelanggan masih dapat berjalan meski belum maksimal.
Diana menyampaikan bahwa percepatan perbaikan menjadi fokus utama agar masyarakat tidak mengalami krisis air bersih. Ia menegaskan pemerintah pusat berkomitmen penuh mendukung Perumda Air Minum Kota Padang dalam penyelesaian pekerjaan tersebut.
“Perbaikan darurat sedang dikebut. Begitu pemasangan pipa transmisi selesai, aliran air akan kembali normal sepenuhnya,” kata Diana saat meninjau lokasi.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menargetkan penyambungan pipa intake Palukahan dapat rampung pada 1 Januari 2026. Saat ini, satu jalur pipa darurat dengan diameter DN 400 telah terpasang dan mulai difungsikan.
Selain itu, bantuan sebanyak 260 batang pipa dari Kementerian PU telah tiba di Padang dan langsung digunakan untuk mengganti pipa yang rusak dan terjepit material batu. Total jalur pipa yang diperbaiki mencakup ratusan meter, termasuk pipa HDPE DN 250 untuk jalur kedua.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyampaikan apresiasinya atas kerja cepat yang dilakukan PDAM bersama Kementerian PU, balai teknis, serta dukungan anggota DPR RI. Ia menilai kerja kolaboratif ini menjadi kunci percepatan pemulihan layanan air bersih.
Diketahui, intake Palukahan memiliki kapasitas produksi sekitar 300 liter per detik dan mengalami kerusakan hingga 80 persen akibat banjir bandang. Meski dalam kondisi darurat, air bersih saat ini sudah mulai mengalir ke sejumlah wilayah, seperti Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, dan sebagian Padang Utara. (*)



