BECKER.BIZ.ID — Upaya pemulihan jaringan air pascabencana di Kota Padang terus menunjukkan kemajuan pesat. Direktur Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa sebagian besar jaringan air minum kota sempat lumpuh setelah bencana melanda. Dari seluruh instalasi yang ada, hanya sebagian kecil yang mampu bertahan, termasuk tiga sumur bor dan IPA Sikayan.
Meski kondisi awal sempat memprihatinkan, tim teknis Perumda bergerak cepat melakukan perbaikan di berbagai titik. Di wilayah selatan kota, sejumlah fasilitas penting sudah kembali berfungsi. Intake Bungus beroperasi normal, Intake Penggambiran mulai aktif, dan beberapa IPA seperti Sikayan, Ulu Gadut, serta Jawa Gadut telah kembali memproduksi air bersih. Kemajuan signifikan tampak pada IPA Paraku, yang memiliki kapasitas 200 liter per detik dan berhasil dipulihkan hanya dalam dua hari.
Dengan berfungsinya kembali fasilitas-fasilitas tersebut, distribusi air untuk Indarung, Lubuk Begalung, Seberang Padang hingga Jondul mulai membaik.
Selain wilayah selatan, fokus perbaikan juga dilakukan di pusat kota. Intake Kampung Koto dan IPA Gunung Pangilun yang menjadi andalan utama layanan air bersih Padang dengan kapasitas 500 liter per detik ikut mendapatkan perhatian intensif. Sejak Sabtu lalu, intake tersebut beroperasi menggunakan satu pompa yang menghasilkan debit 150 liter per detik. Dua pompa lainnya ditargetkan kembali aktif dalam dua hari mendatang guna meningkatkan kapasitas produksi.
Proses pemulihan di kawasan ini tidak mudah. Tiga pompa di Kampung Koto terendam banjir dan harus dibongkar satu per satu untuk dibersihkan. Upaya pemasangan pompa cadangan juga sempat tertunda akibat banjir susulan. Selain itu, aliran kanal terus tertutup lumpur sehingga alat berat harus selalu disiagakan.
Walaupun dua pompa yang berfungsi telah mampu menghasilkan 300 liter per detik, kualitas air baku masih tercampur lumpur sehingga pengolahan belum sepenuhnya optimal. Meski begitu, suplai air untuk rumah sakit, kantor pemerintahan, dan fasilitas vital sudah kembali berjalan.
Proses percepatan pemulihan juga didukung penuh oleh berbagai pihak. Dinas PU dan BPBPK memberikan bantuan pipa HDPE sepanjang 1.500 meter, sementara BWS V Sumatera menurunkan alat berat dan peralatan pendukung untuk mempercepat pembukaan akses ke intake.
Direktur Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, mulai dari Pemerintah Kota Padang, DPR RI, hingga BPBPK dan BWS V Sumatera.
Ia menegaskan bahwa Perumda akan terus bekerja tanpa kenal lelah demi mengembalikan pelayanan air minum kepada masyarakat, meskipun tantangan besar masih harus dihadapi.
Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong yang terus mengalir, proses pemulihan layanan air bersih di Kota Padang diharapkan segera kembali normal sepenuhnya.(*)
