BECKER.BIZ.ID-Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai smart key. Seperti yang Anda ketahui, mobil-mobil zaman sekarang, terutama pada varian tertinggi atau grade paling tinggi, sudah menggunakan smart key dengan tombol start-stop. Bentuknya sekarang adalah kunci berbentuk kotak seperti ini.
Dengan adanya smart key ini, atau yang sering disebut juga keyless entry dan keyless operating system (AOS), tentu akan memudahkan kita semua untuk membuka dan mengunci pintu.
Cara kerjanya adalah, kunci ini cukup diletakkan di kantong, lalu kita sentuh tombol ini sekali. Biasanya, mobil akan berbunyi dua kali sebagai tanda bahwa pintu telah terbuka.
Untuk menguncinya, kita cukup menekan tombol sekali lagi, dan pintu akan terkunci. Hal ini terjadi karena di dalam kunci terdapat transmitter, sedangkan di bagian dalam handle pintu terdapat receiver.
Ketika receiver mendeteksi adanya smart key yang mendekat dan kita menekan tombol ini, maka power doorlock akan membuka atau mengunci pintu.
Jangkauan smart key ini memiliki radius antara 0 cm hingga sekitar 80 cm.
Jadi, ketika saya berdiri di depan pintu belakang dan mencoba menekan tombol ini, pintu masih bisa terbuka.
Saya coba menjauh, dan ternyata pintu masih bisa terbuka. Namun, hal ini tidak berlaku jika kita menempatkan kunci di bagian depan mobil atau dekat bagasi belakang.
Dalam percakapan sebelumnya, kami sudah meletakkan kunci di bagian depan dekat wiper, dan sekarang kita akan coba untuk membuka pintu menggunakan tombol. Kita tekan tombol, namun kunci tidak bereaksi, artinya tidak ada respons.
Sekarang, pertanyaan lain adalah, bagaimana jika kunci tertinggal di dalam mobil dan tidak sengaja terkunci?
Buzzer mobil akan berbunyi sangat keras dan cepat, mengingatkan kita bahwa kunci mobil masih ada di dalam dan pintu tidak dapat terkunci.
Karena smart key biasanya dipasangkan dengan start-stop button, kita tidak perlu lagi memasukkan anak kunci ke dalam ruang kunci untuk menyalakan mesin. (nda)
