BECKER.BIZ.ID — Universitas Padjadjaran (Unpad) tengah mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bant...
BECKER.BIZ.ID — Universitas Padjadjaran (Unpad) tengah mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam kegiatan akademik.
Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyatakan bahwa universitasnya ingin aktif terlibat dalam ekosistem AI yang berkembang pesat. Menurutnya, AI dapat menjadi alat yang sangat powerful untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, asalkan penggunaannya tetap dalam koridor academic integrity yang kuat.
"AI bisa menjadi alat bantu yang sangat kuat untuk menghasilkan karya ilmiah. Kami ingin agar Unpad bisa ikut terlibat dalam ekosistem AI ini dan memanfaatkan potensinya secara maksimal dalam dunia akademik," kata Prof. Arief dalam keterangan resminya yang dilansir Kamis (12/2/2026).
Sebagai langkah nyata, Unpad telah mengeluarkan kebijakan resmi melalui Peraturan Rektor No. 8 Tahun 2025, yang mengatur penggunaan kecerdasan buatan generatif dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan kampus. Prof. Arief juga mengingatkan pentingnya literasi AI di kalangan dosen dan pengajar, mengingat bahwa generasi mahasiswa kini lebih terbiasa dengan teknologi tersebut.
Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Unpad, Dr. Intan Nurma Yulita, menambahkan bahwa universitas akan meluncurkan pedoman etis terkait penggunaan AI di kampus. Pedoman ini akan mengatur seberapa banyak AI dapat digunakan dalam pengerjaan tugas akademik, dengan penyesuaian berdasarkan mata kuliah yang diajarkan.
"Salah satu hal penting dalam pedoman ini adalah menentukan sejauh mana AI boleh digunakan oleh mahasiswa, agar tetap ada keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pengembangan kemampuan intelektual mereka," ungkap Dr. Intan.
Selain itu, Unpad juga merencanakan untuk mengadakan workshop terkait AI yang akan bekerja sama dengan Google. Dr. Intan menjelaskan bahwa sebagai bagian dari kemitraan tersebut, mahasiswa dan dosen Unpad akan dapat mengakses teknologi AI yang lebih canggih, seperti Gemini Pro dan NotebookLM, untuk mendukung kegiatan akademik mereka.
Meskipun AI diperbolehkan untuk digunakan dalam kegiatan akademik, Unpad tetap mengingatkan mahasiswa agar tidak menyalahgunakan teknologi ini. Dosen Unpad, Ira Mirawati, menegaskan bahwa meskipun mahasiswa dapat menggunakan AI untuk membantu mereka mengerjakan tugas, hasil akhirnya tetap harus mencerminkan pemikiran dan pemahaman mereka sendiri.
"AI boleh digunakan, tetapi mahasiswa harus tetap memberikan elaborasi dan pemikiran mereka dalam tugas tersebut. Jangan sampai hasil yang didapatkan hanya sekadar copy-paste dari AI, karena hal itu akan mengurangi nilai dari proses pembelajaran itu sendiri," ujar Ira.
Para dosen di Unpad juga memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan cara penggunaan AI yang benar dan etis kepada mahasiswa. Dengan cara ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya bergantung pada AI, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka.
Dengan kebijakan ini, Unpad berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, sambil memastikan bahwa penggunaan AI tetap berada dalam batasan yang dapat mendukung pembelajaran yang bermakna.
"Kami berharap dengan pengenalan dan penggunaan AI yang bijak, mahasiswa tidak hanya lebih efisien dalam belajar, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan orisinal," pungkas Prof. Arief.
Universitas Padjadjaran terus berkomitmen untuk mendukung inovasi dalam dunia pendidikan, dan dengan pemanfaatan teknologi canggih seperti AI, diharapkan dapat mendorong kemajuan akademik yang lebih pesat di masa depan.(*)

.jpg)

COMMENTS