BECKER.BIZ.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh pemerintah pusat disambut positif oleh Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Tandean Indra Bella.
Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal yang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada bantuan pemerintah. Melalui program MBG, Tandean berharap ada perubahan nyata dalam aspek kesehatan dan perekonomian di Kabupaten Pulang Pisau.
Dalam acara koordinasi terkait program MBG pada Kamis (26/2/2026), Tandean mengungkapkan bahwa tujuan utama dari MBG adalah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, guna mencegah masalah kesehatan seperti stunting. Namun, menurutnya, dampak positif dari program ini harus dapat dirasakan lebih luas, yakni dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
“Program ini harus dirancang dengan melibatkan UMKM lokal, petani, dan peternak untuk menciptakan efek berganda. Jika ini berhasil, perputaran ekonomi di wilayah sekitar dapur SPPG akan semakin kuat,” jelas Tandean.
Tandean juga mengingatkan bahwa kualitas makanan yang disalurkan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Oleh karena itu, pelibatan UMKM dalam program ini tidak boleh sembarangan, melainkan harus memastikan bahwa bahan baku yang disediakan memenuhi standar kualitas yang ketat.
Pelibatan UMKM, selain berfungsi untuk mendukung perekonomian lokal, juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang dan memperoleh manfaat ekonomi dari program pemerintah yang besar ini.
Selain itu, Tandean menggarisbawahi pentingnya pengelolaan yang baik dan transparan dalam pelaksanaan program MBG.
“Kami berharap SPPG yang terlibat dalam program ini dapat bekerja dengan profesional. Ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari kepala satuan, tenaga akuntansi, hingga ahli gizi. Semua harus bekerja sama untuk memastikan bahwa makanan yang diberikan tidak hanya bergizi, tetapi juga layak dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Tandean. Pengawasan yang ketat, lanjutnya, sangat diperlukan untuk menjaga agar program ini berjalan sesuai dengan tujuan awal.
Terakhir, Tandean menyoroti tingginya angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau dan menyebutkan bahwa MBG dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Ia berharap bahwa dengan pengelolaan yang baik, program ini dapat membantu menurunkan prevalensi stunting di daerah ini.
“Jika program ini dijalankan dengan serius dan efektif, dampaknya tidak hanya pada peningkatan ekonomi, tetapi juga pada perbaikan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran utama program ini,” tambah Tandean.
Program MBG ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan untuk memperkuat sumber daya manusia, meningkatkan kualitas hidup, dan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
DPRD Kabupaten Pulang Pisau memberikan dukungannya untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, membawa manfaat maksimal bagi masyarakat, dan berkontribusi pada pengentasan masalah gizi buruk dan stunting di Kabupaten Pulang Pisau.(*)
