BECKER.BIZ.ID-Suzuki Frons adalah mobil yang telah dipasarkan di India selama setahun terakhir. Menariknya, jika kita melihat ground clearance Suzuki Frons, terlihat cukup mirip dengan mobil Suzuki lainnya.
Mobil ini dibangun dengan menggunakan platform Hartech milik Suzuki, yang juga digunakan pada Baleno, Ignis, bahkan R3. Dengan adanya percampuran ini, Frons pada dasarnya bukan SUV kompak murni.
Secara sederhana, Frons adalah hatchback dengan desain SUV.
Bahkan, Suzuki secara terbuka mengakui bahwa Frons ini adalah versi SUV dari Baleno di pasar India.
Frons dapat dianggap sebagai eksperimen Suzuki untuk merespons tren SUV mungil yang semakin berkembang.
Namun, apakah dengan bentuk seperti ini, Frons dapat tampil berbeda dan menawarkan nilai lebih? Mari kita lihat eksteriornya.
Desain Suzuki Frons
Dari luar, Frons memang terlihat cukup menarik. Sekilas, lampu depannya mengingatkan kita pada Grand Vitara, lengkap dengan DRL (Daytime Running Lights) dan grill besar ala SUV kompak modern.
Ground clearance-nya juga dibuat lebih tinggi, sekitar 190 mm, yang sepertinya dimaksudkan untuk menegaskan citra SUV pada mobil ini. Namun, jika kita perhatikan lebih dalam, proporsi bodinya terlihat agak tidak seimbang. Bodinya masih terkesan mungil, dengan overhang depan dan belakang yang agak pendek, dan dari samping, mobil ini terasa seperti hatchback yang dipaksakan menjadi SUV.
Meskipun bahasa desainnya cukup baik, proporsinya terkesan kurang seimbang.
Lalu, bagaimana dengan interiornya? Interior Suzuki Frons terasa sangat familiar. Desain dashboard dan layout-nya hampir identik dengan Baleno hatchback, bahkan hingga tombol-tombol, bentuk ventilasi AC, dan layar head unit-nya sangat mirip.
Dengan kemiripan ini, kita sebenarnya tidak mendapatkan hal baru yang signifikan dari Suzuki Frons ini.
Bagaimana dengan mesinnya? Ini adalah aspek yang cukup menarik. Frons ditawarkan dengan dua pilihan mesin.
Yang pertama adalah mesin 1.0 liter turbo booster jet, dan yang kedua adalah mesin non-turbo dual jet dual VVT 1.2 liter.
Secara teori, mobil ini akan memiliki tenaga yang standar untuk mobil Suzuki, tidak lebih dan tidak kurang, cukup pas.
Namun, apakah kita bisa mengeluh tentang hal ini? Jawabannya kemungkinan besar tidak, karena mobil ini memang akan bersaing dengan Raize dan mobil-mobil sejenisnya. Namun, kita semua tahu gaya pemasaran Suzuki yang selalu berfokus pada harga.
Saat ini, belum ada harga resmi dari Suzuki mengenai berapa harga mobil ini akan dijual. Namun, dari beberapa situs web yang ada, banyak yang berspekulasi bahwa mobil ini akan dijual mulai dari Rp 6 juta.
Tetapi, jika harga mobil ini dimulai dari Rp 6 juta, rasanya agak mustahil, mengingat tampilan eksterior mobil ini yang menggunakan banyak LED.
Mungkin harga jualnya akan dimulai dari Rp 250 juta ke atas. Namun, sekali lagi, jangan kaget jika harga dasar mobil Suzuki mengalami diskon besar setelah beberapa bulan peluncuran.
Hampir semua mobil Suzuki dapat dibeli dengan diskon yang cukup besar. Faktanya, Suzuki Baleno hatchback laris terjual karena diskon.
Harganya hampir mirip dengan mobil LCGC, tetapi Suzuki bisa menawarkan spesifikasi yang lebih tinggi daripada mobil LCGC.
Dengan hal tersebut, apakah Suzuki Frons dapat bersaing di pasar Indonesia yang sangat menuntut?
Jawabannya mungkin iya, mungkin juga tidak. Kita bisa menganalisis secara logis. Frons memiliki tampilan desain yang hampir mirip dengan Suzuki Vitara, yang berarti kita bisa melihat penjualan Suzuki Vitara dulu.
Pasar Indonesia hampir selalu memperhatikan desain terlebih dahulu sebelum aspek lainnya.
Suzuki Vitara memiliki penjualan yang bisa dibilang biasa saja.
Mobil ini tidak pernah menonjol, bahkan terkadang cenderung lesu. Salah satu faktor penyebabnya adalah positioning yang agak membingungkan, serta harga yang sedikit terlalu mahal untuk value yang ditawarkan. Namun, jika kita membandingkan dengan penjualan Suzuki Baleno, bagaimana?
Kenapa harus dibandingkan dengan Baleno? Secara kasar, Frons ini seperti kembaran Baleno, hanya berbeda desain. Suzuki Baleno memiliki penjualan yang cukup baik.
Mengapa demikian? Tentu saja karena beberapa alasan. Yang pertama adalah desainnya yang menarik setelah facelift, dan yang kedua adalah adanya diskon.
Dengan perbandingan ini, apakah kita dapat menarik kesimpulan mengenai bagaimana Frons akan diterima di pasar Indonesia?
Secara kasar, Frons sepertinya akan memiliki positioning yang sama seperti Vitara, yaitu kurang jelas. Apakah mobil ini SUV kompak atau hatchback?
Meskipun mobil ini akan bersaing di kelas SUV kompak, pengalaman berkendara yang ditawarkan lebih mirip dengan hatchback. Jika ingin mobil dengan ground clearance tinggi tetapi berkendara seperti hatchback, disarankan memilih SUV kompak.
Lalu, siapa pasarnya? Keluarga baru atau anak muda? Bagi keluarga baru, kabinnya mungkin sedikit terlalu kecil.
Namun, bagi anak muda yang suka menyetir sendiri, mobil ini bisa saja cocok. Tetapi, jika anak muda menginginkan performa, Frons tidak dapat memberikan itu.
Potensi utama yang ditawarkan oleh Frons adalah desain dan harga. Meskipun mobil ini didesain di India, desain Frons masih cukup diterima di pasar Indonesia.
Coba bayangkan jika Frons dijual dengan harga Rp 60 juta dan Suzuki memberikan diskon sebesar Rp 50 juta, mobil ini hanya akan dijual dengan harga sekitar Rp 210 juta.
Ini berarti harga mobil ini tidak jauh berbeda dengan harga mobil LCGC. Daripada membeli LCGC, lebih baik membeli Frons.
Jadi, nilai jual mobil ini terletak pada desain dan harga. (*)
