Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mitsubishi Siap Luncurkan Lini Kendaraan Hybrid, Fokus pada Efisiensi Bahan Bakar

03 March 2026 | 03 March WIB Last Updated 2026-03-03T09:00:00Z


BECKER.BIZ.ID-PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Indonesia telah mengonfirmasi jadwal peluncuran lini kendaraan hybrid mereka. 

Rencana ini akan dimulai pada semester kedua tahun fiskal 2026. Mitsubishi memilih teknologi hybrid sebagai fokus utama dibandingkan kendaraan listrik murni. 

Keputusan ini didasarkan pada kondisi infrastruktur pengisian daya di Indonesia yang belum merata di seluruh wilayah. 

Teknologi hybrid dianggap lebih siap digunakan karena tidak memerlukan ketergantungan pada stasiun pengisian daya eksternal.

Di Indonesia, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU masih terpusat di kota-kota besar. 

Untuk penggunaan jarak jauh atau di wilayah pedesaan, kendaraan listrik murni masih menghadapi kendala terkait ketersediaan daya.

Mitsubishi menerapkan strategi yang disebut "multiparty". Strategi ini berarti menyediakan berbagai jenis mesin yang sesuai dengan kondisi spesifik suatu negara. 

Untuk pasar Indonesia, mesin hybrid dinilai paling efektif karena memiliki sistem pengisian daya mandiri. 

Baterai pada mobil hybrid terisi melalui dua cara: dari putaran mesin bensin dan energi kinetik saat mobil melakukan pengereman. Dengan sistem ini, pengemudi tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara mereka seperti saat menggunakan mobil mesin bensin biasa.

Mobil Hybrid Baru Mitsubishi 2026

Expander Hybrid akan menjadi produk utama dalam kategori MPV. Mobil ini menggunakan teknologi yang sebelumnya sudah dipasarkan di Thailand. Expander Hybrid menggunakan mesin bensin 1.6L Clus Atkinson yang dikombinasikan dengan motor listrik dan baterai litium-ion. 

Motor listrik pada mobil ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 116 PS dan torsi maksimal 255 Nm. Keunggulan utama motor listrik adalah torsi maksimal yang tersedia sejak awal tarikan, sehingga akselerasi mobil lebih cepat dibandingkan mesin bensin biasa. 

Berdasarkan data teknis, konsumsi bahan bakar Expander Hybrid berada di kisaran 20 hingga 22 km/l. Sebagai perbandingan, Expander mesin bensin konvensional biasanya mencatat angka 12 hingga 14 km/l dalam kondisi penggunaan normal.

Mobil ini dilengkapi dengan tujuh mode penggerak. Fitur ini memungkinkan pengemudi memilih mode yang paling sesuai dengan kondisi jalan, seperti mode normal, aspal, tanah, berlumpur, basah, serta mode EV murni untuk kecepatan rendah.

Mitsubishi Exos akan menjadi model kedua yang mendapatkan teknologi hybrid. Model ini mengisi segmen SUV kompak yang permintaannya sedang meningkat di Indonesia.

 Salah satu spesifikasi teknis penting dari Xos Hybrid adalah jarak terendah ke tanah atau ground clearance sebesar 222 mm. Mitsubishi merancang tata letak baterai sedemikian rupa agar tidak mengurangi ketinggian mobil. 

Hal ini penting agar mobil tetap mampu melewati jalan rusak atau genangan air tanpa merusak komponen elektrikal. 

Mobil ini tetap dilengkapi dengan fitur kontrol aktif yang berfungsi mengatur distribusi tenaga pengereman pada roda depan sehingga mobil tetap stabil saat menikung pada kecepatan tinggi.

Xos Hybrid ditujukan bagi konsumen yang menginginkan mobil dengan desain modern dan efisiensi bahan bakar tinggi, namun tetap memiliki kemampuan melewati medan jalan yang tidak rata.

Selain model MPV dan compact SUV, Mitsubishi juga memberikan sinyal pengembangan untuk segmen yang lebih besar, yaitu Pajero Sport Hybrid. Ada indikasi kuat bahwa generasi terbaru Pajero Sport akan menggunakan sistem hybrid.

 Selama ini Pajero Sport identik dengan mesin diesel turbo. Penggunaan mesin hybrid pada model ini bertujuan untuk menekan angka emisi gas buang dan meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengurangi kemampuan tarik atau towing serta daya jelajahnya di medan berat.

Mitsubishi Destinator juga muncul sebagai kandidat model SUV baru. Berdasarkan informasi yang tersedia, Destinator diperkirakan akan diposisikan di antara Xos dan Pajero Sport. 

Fokus model ini adalah pada kemampuan jelajah yang lebih tangguh dan kemungkinan besar akan langsung diluncurkan dengan pilihan mesin hybrid.

Mitsubishi akan melakukan proses produksi mobil hybrid ini di pabrik mereka yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Langkah lokalisasi atau CKD ini memiliki dampak langsung pada harga jual dan layanan purna jual. 

Dengan memproduksi mobil di dalam negeri, Mitsubishi dapat menekan biaya logistik dan memanfaatkan insentif pajak dari pemerintah Indonesia untuk kendaraan rendah emisi. Tujuannya adalah agar harga jual mobil hybrid tetap kompetitif dan tidak terpaut jauh dengan harga mobil mesin konvensional.

Lokalisasi produksi berarti ketersediaan suku cadang komponen hybrid akan lebih terjamin di dealer resmi. Konsumen tidak perlu menunggu proses impor yang lama untuk komponen seperti modul baterai atau motor listrik.

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi puncak persaingan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Mitsubishi akan berhadapan langsung dengan produsen lain yang sudah memiliki lini produk hybrid. 

Toyota saat ini mendominasi pasar hybrid dengan model Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross. Honda juga sudah memiliki lini EHV pada model CR-V dan HR-V.

Strategi Mitsubishi adalah menawarkan performa suspensi yang lebih keras dan tangguh untuk penggunaan di luar jalan raya yang selama ini menjadi ciri khas merek mereka.

 Selain itu, fitur keselamatan aktif seperti radar dan sensor akan menjadi standar pada semua varian hybrid mereka untuk bersaing di sisi teknologi keselamatan.

Harga jual kembali adalah faktor yang sangat diperhatikan oleh konsumen di Indonesia. Mitsubishi menyadari bahwa ada kekhawatiran mengenai penurunan harga mobil hybrid saat dijual kembali karena faktor usia baterai. 

Untuk mengatasi hal ini, Mitsubishi menerapkan sistem sertifikasi kondisi baterai di bengkel resmi. 

Saat pemilik ingin menjual mobilnya, mereka bisa menyertakan sertifikat kesehatan baterai resmi dari Mitsubishi. Langkah ini bertujuan untuk menjaga agar harga jual bekas mobil hybrid Mitsubishi tetap stabil di pasar otomotif nasional.

Keputusan Mitsubishi untuk meluncurkan lini hybrid secara massal di tahun 2026 adalah langkah strategis yang didasarkan pada data realitas lapangan di Indonesia. 

Dengan fokus pada efisiensi bahan bakar, produksi lokal, dan ketangguhan unit, Mitsubishi berupaya mempertahankan posisi pasar mereka di tengah perubahan tren teknologi. 

Lini produk seperti Expander Hybrid dan Xos Hybrid akan menjadi bukti nyata bagaimana teknologi elektrifikasi diadaptasi tanpa harus mengorbankan fungsionalitas kendaraan untuk kondisi geografis Indonesia.(nda)

×
Berita Terbaru Update