-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Presiden Prabowo Instruksikan Menteri untuk Hemat dalam Gelar Open House Idul Fitri 2026

18 March 2026 | 18 March WIB Last Updated 2026-03-18T03:35:00Z

 


BECKER.BIZ.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan jajaran menterinya agar tidak menggelar open house dengan berlebihan saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Instruksi tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet di Istana pada Jumat (13/3/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah.

Prabowo menegaskan pentingnya memberi contoh kesederhanaan dalam merayakan Idul Fitri, terutama mengingat masih banyak warga yang mengalami kesulitan pascabencana. Namun, Presiden juga mengingatkan agar roda perekonomian tetap berjalan dengan baik, sehingga pelaksanaan open house tidak perlu ditutup sepenuhnya.

“Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan,” ujar Prabowo. “Tapi, kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan.”

Selain itu, Presiden meminta agar pelayanan publik selama masa mudik Lebaran dapat berjalan optimal. Ia menekankan pentingnya pengelolaan antrean di rest area, bandara, stasiun, dan pelabuhan agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pemudik.

Kepada Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Presiden memerintahkan agar kebijakan diskon tiket angkutan umum—termasuk pesawat, kereta api, kapal laut, dan jalan tol—dijalankan dengan baik serta diiringi pelayanan yang memuaskan.

Prabowo juga meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit agar memanfaatkan sarana dan prasarana TNI-Polri untuk mendukung kelancaran arus mudik, seperti kapal laut dan aset lainnya.

Dalam aspek kebutuhan pokok, Presiden memastikan pasokan bahan bakar, listrik, dan jaringan internet harus tetap stabil selama periode libur panjang. Ia juga meminta para menteri terkait untuk menjaga kestabilan pasokan pangan dan harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau masyarakat.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Istana Kepresidenan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh kementerian dan lembaga agar tidak menggelar open house dan halal bihalal secara berlebihan. Surat Edaran tersebut telah disampaikan pada Senin (16/3/2026).

“Kami mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halal bihalal karena masih banyak saudara-saudara kita yang dalam kondisi belum baik,” ujar Prasetyo usai memimpin rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan.

Terkait agenda open house Presiden Prabowo, hingga saat ini masih menunggu perkembangan situasi dan kondisi terkini sebelum mengambil keputusan final.

Langkah ini menjadi bentuk empati dan solidaritas pemerintah kepada masyarakat yang tengah menghadapi tantangan, sekaligus menjaga keseimbangan antara tradisi dan tanggung jawab sosial.(*)

×
Berita Terbaru Update