BECKER.BIZ.ID-Selama ini tren kendaraan listrik atau EV memang sering identik dengan barang mewah. Rata-rata mobil listrik yang melintas di jalan masih berada di kisaran setengah miliar hingga miliaran rupiah.
Angka tersebut tentu membuat banyak orang berpikir berkali-kali untuk beralih dari mobil berbahan bakar bensin.
Namun bagaimana jika kini hadir mobil listrik baru yang canggih, memiliki jarak tempuh jauh, tetapi harganya setara mobil LCGC atau bahkan lebih murah dari beberapa mobil bekas?
Hal ini membuat banyak orang terkejut karena pabrikan otomotif asal Tiongkok, Chery, kembali membuat gebrakan di pasar otomotif global.
Mereka resmi meluncurkan Chery QQ3 EV, sebuah kendaraan listrik yang langsung menarik perhatian dunia di segmen entry level.
Bagi pecinta otomotif, nama Chery QQ tentu sudah tidak asing. Mobil city car ini dahulu pernah populer karena bentuknya yang kecil dan harga yang terjangkau.
Kini, Chery menghadirkannya kembali dalam versi listrik penuh tanpa knalpot dan tanpa bahan bakar bensin.
Kehadiran mobil ini bertepatan dengan tren global menuju kendaraan ramah lingkungan. Chery melihat peluang besar dengan menawarkan mobil listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas, sekaligus menjawab tantangan utama industri EV yaitu harga yang masih tinggi.
Mobil Baru Chery QQ3 EV Hanya 100 Jutaan
Hal paling mengejutkan adalah harga yang ditawarkan. Chery QQ3 EV dibanderol mulai sekitar Rp130 jutaan.
Dengan harga tersebut, konsumen biasanya hanya bisa mendapatkan mobil bensin kelas bawah atau mobil bekas. Namun kali ini, mereka sudah bisa mendapatkan mobil listrik baru dari dealer.
Selain lebih hemat biaya operasional, mobil listrik ini juga menawarkan efisiensi tinggi karena biaya pengisian daya jauh lebih murah dibandingkan pengisian bahan bakar konvensional. Strategi harga agresif ini menjadi langkah Chery untuk memperluas pasar kendaraan listrik ke kelas menengah.
Di tengah persaingan ketat, Chery QQ3 EV juga bersaing dengan sejumlah produsen lain di segmen mobil listrik murah, termasuk kompetitor dari Tiongkok yang juga menyasar pasar serupa seperti keluarga muda dan pengguna mobil harian di perkotaan.
Meski harganya terjangkau, mobil ini tidak meninggalkan kesan murahan. Interiornya dibuat modern dengan desain minimalis dan layar infotainment besar yang menjadi pusat kontrol kendaraan.
Melalui layar tersebut, pengguna dapat mengakses navigasi, musik, hingga informasi baterai secara digital.
Mobil ini juga dilengkapi sistem operasi yang terintegrasi dengan smartphone sehingga memberikan pengalaman berkendara yang lebih praktis dan modern.
Salah satu keunggulan lainnya adalah kapasitas baterai yang diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 420 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Jarak tersebut membuat mobil ini cukup ideal untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah tanpa sering melakukan pengisian daya.
Dengan jarak tempuh tersebut, pengguna yang hanya melakukan perjalanan rutin dalam kota bahkan bisa menggunakan mobil ini hingga beberapa hari atau minggu sebelum perlu mengisi ulang baterai.
Kombinasi harga murah, fitur modern, dan jarak tempuh yang jauh membuat mobil ini mendapatkan respons pasar yang sangat positif. Permintaan terhadap kendaraan ini disebut cukup tinggi sejak awal peluncurannya.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sebenarnya sangat terbuka terhadap kendaraan listrik, selama harga yang ditawarkan masih masuk akal dan tidak mengorbankan fungsi utama kendaraan.
Kehadiran mobil ini juga memperketat persaingan di industri otomotif global dan menjadi tantangan bagi produsen lama dari Jepang, Eropa, maupun Amerika.
Dengan spesifikasi dan harga yang ditawarkan, Chery QQ3 EV dianggap sebagai salah satu kendaraan listrik yang berpotensi mengubah peta persaingan di segmen mobil listrik terjangkau.(*)
