Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Guru Honorer di Sumedang Ditangkap, Diduga Bawa Lari Siswi SD Usai Kenalan di Aplikasi

20 April 2026 | 20 April WIB Last Updated 2026-04-20T04:00:00Z


BECKER.BIZ.ID — Aparat kepolisian mengamankan seorang pria berinisial I (34), oknum guru honorer sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ia diduga terlibat dalam kasus membawa kabur seorang siswi kelas VI sekolah dasar yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Korban berinisial NAM, warga Kecamatan Sumedang Utara, sempat tidak diketahui keberadaannya selama dua hari sejak Jumat (17/4/2026). Kehilangan tersebut langsung dilaporkan keluarga ke pihak berwajib, sehingga polisi melakukan pencarian intensif.

Pelaku akhirnya diamankan oleh tim kepolisian saat sedang bersama korban di wilayah Sukatali, Kecamatan Situraja, pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, keduanya diketahui tengah berboncengan menggunakan sepeda motor.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sumedang, Ipda Egi, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut pelaku kini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan intensif,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa pelaku dan korban diduga saling mengenal melalui sebuah aplikasi kencan yang disebut sebagai “aplikasi hijau”. Fakta ini menimbulkan keprihatinan, mengingat usia korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Pengakuan pelaku terkait awal perkenalan tersebut juga sempat beredar di media sosial melalui rekaman video saat proses interogasi oleh polisi.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan tenaga pendidik serta penggunaan media digital sebagai sarana awal komunikasi. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum lain dalam kasus tersebut.

Sementara itu, korban telah diamankan dan berada dalam perlindungan pihak berwenang. Polisi juga mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak, terutama dalam penggunaan perangkat digital dan aplikasi daring, guna mencegah kejadian serupa terulang.(*)

×
Berita Terbaru Update