Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ledakan Permintaan Jeecoo J5 EV, Tanda Pasar Mobil Listrik Makin Kuat

21 April 2026 | 21 April WIB Last Updated 2026-04-21T10:05:00Z


BECKER.BIZ.ID-Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia sedang memasuki fase pertumbuhan yang menarik. Di tengah tren tersebut, merek otomotif asal Tiongkok, Jeecoo, mulai menarik perhatian melalui model SUV listrik mereka, Jeecoo J5 EV. Kendaraan listrik ini dilaporkan berhasil mencatatkan angka pemesanan yang sangat tinggi, bahkan mencapai lebih dari 14.000 unit. Angka tersebut menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap kendaraan listrik semakin meningkat.

Di sisi lain, keberhasilan model listrik tersebut juga mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan langkah baru, yaitu menghadirkan varian hibrida bernama Jeecoo J5 SHS atau Super Hybrid System. Meskipun belum dapat dipastikan kapan akan dipasarkan di Indonesia, rencana ini masih dalam tahap kajian oleh pihak perusahaan untuk menilai potensi pasar di dalam negeri.

Keberhasilan Jeecoo J5 EV menjadi salah satu indikator bahwa kendaraan listrik semakin diterima oleh masyarakat Indonesia. Menurut pihak perusahaan, jumlah pemesanan mobil tersebut telah melampaui 14.000 unit, yang merupakan pencapaian signifikan untuk model yang relatif baru di pasar.

Fenomena ini juga sejalan dengan tren global. Berdasarkan laporan International Energy Agency Global EV Outlook 2024, penjualan kendaraan listrik dunia mencapai lebih dari 14 juta unit pada tahun 2023, meningkat sekitar 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Indonesia, data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menunjukkan bahwa penjualan kendaraan listrik terus mengalami peningkatan sejak pemerintah memberikan berbagai insentif, seperti potongan pajak dan dukungan pengembangan infrastruktur stasiun pengisian daya.

Keberhasilan tersebut membuat Jeecoo Indonesia memutuskan untuk memprioritaskan pemasaran kendaraan listrik murni terlebih dahulu sebelum memperluas lini produk lainnya.

Head of Marketing Jeecoo Indonesia, Muhammad Ilham Pratama, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan masih berfokus pada pengembangan dan pemasaran kendaraan listrik. Ia menyatakan bahwa tren pasar menunjukkan minat yang kuat terhadap mobil listrik, khususnya model J5.

Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan melihat potensi besar pada segmen kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Oleh karena itu, strategi utama saat ini adalah memperkuat kehadiran kendaraan listrik sebelum memperkenalkan varian lainnya.

Langkah tersebut dinilai logis, mengingat banyak produsen otomotif global yang sedang mempercepat transisi menuju kendaraan listrik untuk mencapai target pengurangan emisi karbon. Selain itu, pemerintah Indonesia menargetkan dua juta mobil listrik beroperasi pada tahun 2030 sebagaimana tercantum dalam peta jalan elektrifikasi transportasi nasional.

Meskipun fokus utama masih pada kendaraan listrik, Jeecoo tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan varian hibrida. Secara global, perusahaan telah memiliki teknologi tersebut melalui model Jeecoo C5 SHS.

Model ini menggunakan teknologi Super Hybrid System yang termasuk dalam kategori plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Sistem ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik sehingga menghasilkan efisiensi bahan bakar sekaligus performa yang lebih baik.

Menurut pihak perusahaan, apabila kebutuhan pasar Indonesia mengarah pada kendaraan hibrida, maka model tersebut dapat dengan mudah disiapkan karena secara global sudah tersedia. Dengan demikian, langkah selanjutnya hanya perlu menyesuaikan spesifikasi serta strategi pemasaran dengan karakteristik pasar lokal.

Apabila nantinya benar-benar dipasarkan di Indonesia, Jeecoo C5 SHS akan menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni.

Secara global, kendaraan ini memiliki kombinasi mesin yang bertenaga. Mobil tersebut menggabungkan mesin bensin 1.5 liter turbo dengan motor listrik berperforma tinggi. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga total sekitar 165 kW atau setara 221 tenaga kuda dengan torsi 295 Nm. Dengan spesifikasi tersebut, SUV ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,9 detik, yang tergolong cepat untuk kelas SUV kompak.

Dari segi dimensi, Jeecoo C5 SHS memiliki ukuran yang ringkas namun tetap menawarkan kabin yang luas. Hal ini membuatnya berada pada segmen SUV kompak yang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kapasitas kabinnya dapat menampung lima penumpang dengan ruang kaki dan kepala yang memadai untuk perjalanan keluarga.

Salah satu keunggulan teknologi hibrida adalah efisiensi bahan bakar. Pada spesifikasi global, konsumsi bahan bakar Jeecoo C5 SHS tercatat sekitar 5,3 liter per 100 km atau setara 18,8 km/liter, yang tergolong kompetitif untuk kelas SUV.

Efisiensi tersebut diperoleh karena motor listrik dapat mengambil alih sebagian kinerja mesin bensin, terutama saat berkendara pada kecepatan rendah atau dalam kondisi lalu lintas padat. Bagi konsumen di Indonesia yang sering menghadapi kemacetan di kota-kota besar, teknologi ini memberikan keuntungan dari sisi konsumsi bahan bakar.

Selain performa dan efisiensi, Jeecoo J5 SHS juga dilengkapi berbagai fitur teknologi modern. Beberapa fitur unggulannya meliputi sistem bantuan pengemudi (ADAS), adaptive cruise control, blind spot detection, dan lane assist.

Dari sisi interior, kendaraan ini dilengkapi fitur premium seperti layar infotainment berukuran 13,2 inci, panel instrumen digital 8 inci, pengisian daya nirkabel, jok dengan ventilasi, material interior premium, serta sistem kamera 540 derajat yang memudahkan pengemudi saat parkir atau bermanuver di ruang sempit.

Untuk aspek keselamatan, kendaraan ini dilengkapi enam airbag, struktur bodi yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan penumpang, serta kaca kedap suara untuk meningkatkan kenyamanan kabin.

Meskipun memiliki spesifikasi yang menjanjikan, pihak Jeecoo Indonesia menegaskan bahwa keputusan untuk membawa Jeecoo C5 SHS ke Indonesia belum ditetapkan dalam waktu dekat. Saat ini perusahaan masih melakukan kajian internal terkait kebutuhan pasar.

Langkah Jeecoo yang tetap membuka peluang untuk menghadirkan kendaraan hibrida menunjukkan fleksibilitas terhadap kondisi pasar. Proses transisi menuju kendaraan listrik tidak selalu berlangsung cepat di setiap negara, sehingga banyak konsumen masih memilih teknologi hibrida sebagai tahap peralihan.

Strategi tersebut cukup masuk akal karena Indonesia masih berada pada tahap awal elektrifikasi kendaraan. Infrastruktur stasiun pengisian daya memang terus berkembang, tetapi belum merata di seluruh wilayah. Oleh karena itu, kehadiran kendaraan hibrida seperti Jeecoo J5 SHS berpotensi menjadi jembatan teknologi bagi konsumen. (*)

×
Berita Terbaru Update