Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tim Putra Indonesia Gagal Lolos Fase Grup Thomas Cup 2026, Liem Swie King Menyampaikan Peringatan

29 April 2026 | 29 April WIB Last Updated 2026-04-29T08:53:00Z


BECKER.BIZ.ID-Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia mengalami kegagalan mengecewakan di ajang Thomas Cup 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka, Indonesia gagal lolos dari fase grup, sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi tinggi yang biasa disandang negara ini di dunia bulu tangkis.

Langkah tim Merah Putih yang diperkuat oleh Fajar Alfian, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan beberapa pemain muda lainnya terhenti di penyisihan Grup D setelah kekalahan 1-4 dari tim Prancis pada laga terakhir. 

Kekalahan telak ini menjadikan Indonesia sebagai tim yang terdepak lebih awal dari ajang bergengsi ini, yang sebelumnya selalu menjadi ajang di mana mereka tampil sebagai kekuatan dominan.

Tunggal Putra Indonesia Tumbang dalam Tiga Partai Awal

Kekalahan Indonesia diawali dengan tiga kekalahan beruntun dari nomor tunggal putra. Jonatan Christie, yang menjadi andalan tim, kalah dalam pertandingan pertama. 

Alwi Farhan dan Anthony Sinisuka Ginting juga tak mampu memberikan poin penting untuk Indonesia, yang membuat Indonesia sudah tertinggal 0-3 sebelum laga keempat dimulai.

Pada partai keempat, pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga harus mengakui keunggulan tim Prancis. Meskipun Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berhasil meraih kemenangan di partai terakhir, hasil tersebut tidak cukup mengangkat harapan Indonesia untuk lolos. 

Tim Indonesia membutuhkan minimal dua kemenangan lagi untuk bisa mempertahankan peluang lolos ke babak berikutnya, tetapi hanya satu kemenangan yang tercatat.

Indonesia Menerima Kekalahan Ini dengan Pahit, Liem Swie King Menyampaikan Peringatan

Kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026 menyisakan kekecewaan mendalam bagi banyak pihak, termasuk legenda bulu tangkis Indonesia, Liem Swie King. Liem, yang pernah menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih gelar Thomas Cup pada 1976, 1979, dan 1984, mengungkapkan kesedihannya melihat kekalahan timnas putra Indonesia.

"Respon saya yang pertama sedih," ungkap Liem Swie King kepada detikSport, Rabu (29/4/2026), saat diminta memberikan tanggapan mengenai hasil buruk Indonesia di turnamen ini.

 Liem, yang dikenal sebagai salah satu juara dunia terbaik, mengakui bahwa ia terus mengikuti perjalanan para pemain muda Indonesia. Namun, hasil pertandingan kali ini ternyata tidak sesuai dengan harapan banyak orang, termasuk dirinya.

Sebagai legenda hidup yang telah merasakan manisnya kemenangan di Thomas Cup, Liem menilai bahwa tim Indonesia perlu melakukan evaluasi menyeluruh setelah kegagalan ini. 

"Yang perlu diperbaiki hanya satu. Latihan, latihan, dan latihan yang lebih keras lagi," tegas Liem. Menurutnya, kekalahan ini menjadi sinyal bahwa tim Indonesia harus meningkatkan kualitas latihan agar dapat kembali bersaing di level tertinggi bulu tangkis dunia.

Kegagalan ini tentu menjadi pukulan bagi dunia bulu tangkis Indonesia yang selama ini dikenal dengan prestasi gemilangnya. Dengan Thomas Cup yang diadakan setiap dua tahun, Indonesia harus segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki kinerja mereka di turnamen-turnamen mendatang, agar tidak terulang kegagalan serupa di masa depan.

Penting untuk diingat bahwa meskipun Indonesia terhenti lebih awal, ajang seperti Thomas Cup menjadi ajang pembelajaran yang penting untuk pengembangan olahraga bulu tangkis di tanah air. Tim Indonesia diharapkan dapat bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik di ajang-ajang berikutnya.(*)

×
Berita Terbaru Update