Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aksi Solo Buruh di Depan Gedung DPR RI Jadi Sorotan pada Hari Buruh 2026

03 May 2026 | 03 May WIB Last Updated 2026-05-03T09:47:00Z


BECKER.BIZ.ID – Sebuah momen yang tidak biasa terjadi di depan Gedung DPR RI pada peringatan Hari Buruh 2026. Seorang buruh yang dikenal sebagai I Gede Artana melakukan aksi demo sendirian, menarik perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan tepat sebelum rombongan massa buruh lainnya mulai berdatangan.

I Gede Artana terlihat mengenakan ikat kepala yang terbuat dari bendera sambil memegang toa pengeras suara, berdiri tegak dan menyuarakan aspirasinya di tengah sepi. Aksi ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, ketika massa buruh yang akan menggelar aksi besar di kawasan Monas dan Gedung DPR RI belum tiba.

Akun media sosial @Ibj_jakarta yang pertama kali mengunggah video aksi Artana menuliskan, “Momen tak biasa terjadi di depan Gedung DPR/MPR saat peringatan Hari Buruh 2026. Di tengah ribuan massa yang memadati Monas, seorang pria bernama I Gede Artana justru memilih berdiri sendiri menyuarakan aspirasinya.”

Aksi Solo Artana Sudah Dua Tahun Dilakukan

Menurut informasi yang beredar, I Gede Artana sudah melakukan aksi solo ini selama dua tahun terakhir di depan Gedung DPR RI. Meski aksi ini tidak selalu mendapat sorotan media atau perhatian massa, namun keberaniannya menjadi simbol keteguhan hati dalam menyampaikan suara seorang buruh.

Aksi solo ini berlangsung jauh sebelum massa aksi buruh mulai berdatangan sekitar pukul 10.00 WIB, yang kemudian memenuhi area sekitar Gedung DPR RI dan Monas. Artana, yang berdiri tegak seorang diri, menunjukkan bahwa perjuangan buruh tidak selalu membutuhkan kerumunan besar, namun juga bisa dimulai dari suara kecil yang berani disuarakan.

Simbol Keberanian dan Konsistensi dalam Suara Buruh

Keberanian Artana untuk tetap melakukan aksi meski tidak mendapat perhatian banyak orang, menjadikannya simbol dari keteguhan dan konsistensi dalam memperjuangkan hak buruh. Aksinya yang sederhana, namun penuh makna, memberikan pesan bahwa suara buruh penting untuk didengar, meskipun harus dilakukan seorang diri.

Meskipun aksi ini hanya dilakukan oleh satu orang, namun momen tersebut tetap meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Seiring berjalannya waktu, Artana menjadi contoh bagi banyak buruh untuk terus memperjuangkan hak mereka dengan cara yang berani, bahkan ketika harus melakukannya sendirian.

Hari Buruh 2026 memang penuh dengan berbagai macam aksi, namun keberanian I Gede Artana menunjukkan bahwa perjuangan buruh tidak hanya dilihat dari banyaknya massa yang turun ke jalan, tetapi juga dari tekad kuat untuk memperjuangkan hak-hak mereka.(*)

×
Berita Terbaru Update