Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan Investasi dan Ekonomi Pariwisata Mentawai Padang, Becker.Biz.Id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ans...
![]() |
| Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan Investasi dan Ekonomi Pariwisata Mentawai |
Padang, Becker.Biz.Id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan potensi wisata Kabupaten Kepulauan Mentawai harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan agar mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin rapat pembahasan pengembangan strategis Mentawai di Istana Gubernuran, Selasa malam (12/5/2026).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, unsur TNI AL, Balai Penataan Ruang Laut (BPRL) Padang, Loka Perikanan Budidaya Laut (LPBL) Pekanbaru, hingga asosiasi pariwisata Mentawai.
Dalam pembahasan itu, pemerintah menyoroti berbagai peluang ekonomi strategis, mulai dari investasi resort, pengembangan wisata bahari, pemanfaatan ruang laut, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
“Mentawai memiliki potensi ekonomi wisata yang sangat besar. Pengelolaannya harus dilakukan secara terarah agar mampu memberikan dampak nyata bagi daerah dan masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, Mentawai yang memiliki sekitar 400 titik surfing berpotensi menjadi pusat wisata selancar dunia dan mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat.
Selain sektor surfing, kawasan mangrove di Mentawai juga dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikembangkan menjadi wisata edukasi dan ekowisata berbasis lingkungan.
“Hutan mangrove bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus menjaga ekosistem pesisir,” katanya.
Mahyeldi juga menyoroti pertumbuhan bisnis resort di Mentawai yang terus meningkat. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumbar, saat ini terdapat sekitar 223 resort yang beroperasi di kawasan tersebut.
Namun, menurutnya, pertumbuhan investasi pariwisata harus dibarengi dengan kepastian legalitas usaha, perlindungan lingkungan, serta kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
“Terdapat peluang besar untuk meningkatkan PAD dari pemanfaatan kawasan laut dan aktivitas wisata di sekitar resort,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar mendorong sinkronisasi data dan penertiban izin usaha wisata guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Selain itu, Mahyeldi juga mendukung peningkatan infrastruktur akses menuju Mentawai, termasuk rencana penambahan panjang landasan pacu bandara agar mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar.
Menurutnya, kemudahan akses transportasi akan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan dan investasi di Mentawai.
“Kalau akses semakin baik, peluang ekonomi dan investasi juga akan semakin besar,” katanya.
Mahyeldi menegaskan pengembangan pariwisata Mentawai harus memberikan efek ekonomi langsung kepada masyarakat lokal, termasuk melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja dan keterlibatan UMKM dalam industri pariwisata.
“Pariwisata tidak boleh hanya dinikmati investor. Masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dalam pertumbuhan ekonomi Mentawai,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program pengembangan ekonomi kelautan di Mentawai, mulai dari kawasan konservasi terumbu karang, pengembangan kampung nelayan, program bioflok, hingga pengelolaan wisata mangrove.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Resort Mentawai menyoroti tingginya investasi asing di sektor pariwisata Mentawai yang dinilai perlu pengawasan lebih ketat.
Ia menyebut hampir 90 persen resort di Mentawai merupakan penanaman modal asing (PMA), sehingga diperlukan audit dan penertiban agar investasi yang masuk tetap memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
“Kami ingin pariwisata Mentawai berkembang secara sehat, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta daerah,” ujarnya.
(adpsb/cen/bud)



COMMENTS