Kuliner Gonggong Karimun khas Kepulauan Riau, UMKM Seafood di Depan Hotel 21 Kian Ramai Karimun, Becker.Biz.Id – Kuliner khas Kepulauan ...
![]() |
| Kuliner Gonggong Karimun khas Kepulauan Riau, UMKM Seafood di Depan Hotel 21 Kian Ramai |
Karimun, Becker.Biz.Id – Kuliner khas Kepulauan Riau berupa gonggong rebus dan gonggong bakar yang dijajakan di kawasan Gostal Area, tepatnya di depan Hotel 21 Karimun, kini semakin ramai diminati masyarakat. Tidak hanya warga lokal, wisatawan asal Singapura dan Malaysia juga banyak berdatangan untuk menikmati cita rasa seafood khas Karimun tersebut.
Tokoh masyarakat Karimun, Tok Ambo, mengatakan gonggong memiliki rasa khas yang gurih dan tekstur kenyal yang sulit ditemukan pada kuliner laut lainnya. Ia mengaku sengaja datang menikmati gonggong rebus lengkap dengan sambal khas Melayu yang dikenal lezat dan menggugah selera.
“Rasa gonggong ini sangat khas, gurih, dan nikmat. Ditambah sambal Melayu yang lemak manis membuat kuliner ini semakin enak,” ujar Tok Ambo saat ditemui media ini, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, saat ini siput gonggong dan siput sedot mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Maymun dan Pasar Bukit Tembak. Kondisi tersebut diduga karena tingginya permintaan pasar luar daerah hingga ekspor ke Malaysia dan Singapura.
Tok Ambo menjelaskan, dahulu habitat gonggong banyak ditemukan di kawasan hutan bakau dan pesisir berlumpur seperti Pulau Sugi, Pulau Kundur, Pulau Belat hingga wilayah perairan sekitar Batam. Namun karena penangkapan yang terus dilakukan setiap hari, populasi gonggong dan siput sedot kini mulai berkurang.
“Saat ini harga siput sedot mencapai Rp38 ribu per kilogram, sedangkan gonggong sekitar Rp36 ribu per kilogram,” katanya sambil menikmati seporsi gonggong rebus.
Sementara itu, Bu Nely, salah seorang penjual gonggong di kawasan Gostal Area, mengaku pasokan gonggong segar kini cukup terbatas dan harganya semakin mahal, terutama untuk ukuran besar yang paling banyak dicari pelanggan.
“Sekarang stok gonggong agak langka. Gonggong ukuran besar dan segar paling banyak dipesan pelanggan,” ujarnya.
Tokoh pemuda Karimun, Moeclis, juga mengaku sangat menyukai kuliner khas tersebut. Menurutnya, tekstur gonggong yang kenyal dipadukan dengan sambal belacan dan sambal kacang pedas menjadi daya tarik utama bagi penikmat seafood.
“Walaupun harganya lebih mahal dibanding kerang bulu, tetap banyak yang mencari karena rasanya memang khas dan enak,” katanya.
Keberadaan UMKM seafood gonggong di Karimun dinilai tidak hanya menjadi daya tarik kuliner daerah, tetapi juga ikut mendukung geliat ekonomi masyarakat pesisir dan pelaku usaha kecil di Kabupaten Karimun.(Fran)

COMMENTS