Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

150 Siswa Payakumbuh Diberi Edukasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

16 June 2026 | 16 June WIB Last Updated 2026-06-16T05:52:48Z
Sebanyak 150 pelajar tingkat SMA dan madrasah mengikuti kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang digelar di Aula Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Senin (15/6/2026).


Payakumbuh,Becker.Biz.Id — Upaya membangun kesadaran terhadap risiko bencana terus dilakukan Pemerintah Kota Payakumbuh, salah satunya melalui edukasi sejak usia sekolah. Sebanyak 150 pelajar tingkat SMA dan madrasah mengikuti kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang digelar di Aula Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV serta Kementerian Agama Kota Payakumbuh, dengan peserta berasal dari SMAN 1 Payakumbuh, SMAN 2 Payakumbuh, dan MAN 2 Payakumbuh. Melalui kegiatan ini, para pelajar dibekali pemahaman serta keterampilan dasar agar mampu menghadapi situasi darurat secara tepat.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kota Payakumbuh, Erizon, saat membacakan arahan Wali Kota Zulmaeta, menyampaikan bahwa pemahaman kebencanaan merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki generasi muda.

“Pengetahuan tentang kebencanaan bukan sekadar tambahan, tetapi menjadi bekal kehidupan yang harus dikuasai anak-anak muda saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan sekolah menjadi tempat strategis dalam menanamkan budaya sadar bencana. Para pelajar diharapkan mampu menjadi penggerak yang turut menyampaikan pemahaman mitigasi kepada keluarga maupun masyarakat sekitar.

“kebiasaan siap menghadapi bencana yang dibangun sejak dini akan memperkuat ketahanan masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan harus diawali dengan mengenali potensi ancaman di wilayah masing-masing.

“Pemahaman terhadap risiko bencana akan membantu masyarakat mengambil langkah yang tepat sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi praktik dari Komandan Pos Basarnas Limapuluh Kota, Roni Nur. Ia mengingatkan bahwa tindakan pada menit-menit awal setelah bencana sangat menentukan keselamatan korban.

“Pertolongan dari pihak luar membutuhkan waktu. Karena itu, kemampuan menyelamatkan diri dan membantu orang lain perlu dilatih sejak dini,” jelasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Payakumbuh, Arman Riska, berharap para peserta dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya tanggap bencana di lingkungan masing-masing.

“Kesiapsiagaan bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan bentuk tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” tutupnya. (*/dyl )

×
Berita Terbaru Update