Sekretaris Nagari Campago, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Ilfo Azri. Padang pariaman,Becker.Biz.Id — Pemerintah Nagari Campag...
![]() |
| Sekretaris Nagari Campago, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Ilfo Azri. |
Padang pariaman,Becker.Biz.Id — Pemerintah Nagari Campago, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman memastikan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) tetap akan dilaksanakan pada tahun 2026. Program tersebut direncanakan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Nagari Perubahan yang dijadwalkan dibahas pada Juli hingga Agustus 2026.
Sekretaris Nagari Campago, Ilfo Azri, menjelaskan bahwa pada APB Nagari murni tahun 2026, alokasi anggaran untuk PKTD memang belum tersedia. Namun, pemerintah nagari telah menyiapkan rencana agar program tersebut dapat diakomodasi melalui perubahan anggaran.
"Perubahan anggaran biasanya dilaksanakan pada pertengahan tahun. Jadi bukan berarti Program PKTD tidak ada di Nagari Campago pada tahun 2026, tetapi akan dianggarkan pada APB Nagari Perubahan," ujar Ilfo Azri, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, Program PKTD pada tahun sebelumnya difokuskan untuk pembangunan infrastruktur irigasi di dua lokasi, yakni Korong Kampuang Tanjuang dan Bukik Gonggang. Di Kampuang Tanjuang dilakukan pembangunan saluran irigasi baru, sedangkan di Bukik Gonggang merupakan pekerjaan lanjutan.
Ilfo mengatakan, kebutuhan irigasi permanen di Nagari Campago masih cukup besar. Saat ini baru sekitar 30 persen jaringan irigasi yang telah dibangun secara permanen, sementara sekitar 70 persen lainnya masih membutuhkan pembangunan secara bertahap.
"Pembangunan irigasi permanen masih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Dengan dukungan Dana Desa, pengerjaannya dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran," katanya.
Selain pembangunan baru, pemerintah nagari juga mencatat adanya sejumlah saluran irigasi yang mengalami kerusakan di tiga titik, yakni Kampuang Tanjuang, Bukik Caliak, dan Bukik Gonggang. Kerusakan yang terjadi umumnya berupa dinding saluran yang patah akibat tingginya debit air saat musim hujan.
Ia menjelaskan, saluran irigasi di Bukik Caliak dan Kampuang Tanjuang sebelumnya dibangun melalui anggaran APBD, sedangkan saluran di Bukik Gonggang dibangun menggunakan Dana Desa. Sebagian besar infrastruktur tersebut telah berusia cukup lama sehingga memerlukan perbaikan.
Kerusakan tersebut, lanjut Ilfo, dipicu oleh tingginya volume dan derasnya aliran air yang terjadi pada penghujung tahun 2025, sehingga mengakibatkan beberapa bagian saluran mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan.



COMMENTS