Limapuluh kota, Becker.Biz.Id – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Seluruh proses pemulihan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Limapuluh Kota, H. Safni Sikumbang, saat memimpin rapat koordinasi penanganan pascabanjir dan bencana tanah bergerak di kawasan Aia Angek. Menurutnya, proses pembangunan tidak hanya berfokus pada pemulihan kerusakan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan infrastruktur yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pembangunan yang dilakukan harus memiliki kualitas yang lebih baik sehingga mampu mengurangi risiko apabila terjadi bencana serupa di masa mendatang. Kami menargetkan seluruh infrastruktur penting serta bantuan stimulan bagi 82 rumah warga dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026," ujar Safni.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan program pemulihan akan dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Pemerintah daerah membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila ditemukan dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan maupun pelaksanaan kegiatan.
Untuk mendukung percepatan pemulihan, Pemkab Limapuluh Kota mengoptimalkan pemanfaatan Dana Siap Pakai (DSP) dan Transfer ke Daerah (TKD) yang mengacu pada Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Program tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur, penguatan mitigasi bencana, pelayanan kesehatan, serta bantuan pemulihan rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Zaimar Hakim, SH, mengatakan seluruh proses asesmen terhadap dampak bencana telah selesai dilaksanakan. Saat ini pemerintah tengah melakukan percepatan verifikasi lapangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan.
Menurutnya, personel beserta alat berat tetap disiagakan selama 24 jam di sejumlah titik yang dinilai rawan longsor. Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Aia Angek juga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi.
Di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, dr. Budi Andri, MKM, memastikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak tersedia tanpa dipungut biaya. Tim kesehatan telah memberikan pelayanan di delapan titik pengungsian yang menjangkau sekitar 1.250 warga.
Selain pelayanan medis, pemerintah juga menyalurkan 5.000 tablet penjernih air serta melaksanakan pengasapan (fogging) sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat diimbau mewaspadai berbagai penyakit yang kerap muncul pascabencana, seperti diare, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit kulit. Warga yang mengalami demam lebih dari tiga hari diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota juga mengalokasikan bantuan stimulan senilai Rp1,92 miliar untuk perbaikan 82 rumah milik warga yang terdampak di Kecamatan Bukit Barisan dan Gunuang Omeh.
Kepala Dinas Sosial Limapuluh Kota, Ir. Indra Suriani, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mempercepat proses pemulihan sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.
Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga terus dilakukan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Gunuang Omeh, Bupati Safni menyerahkan secara simbolis 200 paket perlengkapan rumah tangga yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat kepada warga terdampak.
Camat Gunuang Omeh, Apri Yulianto, S.Sos, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam proses penanganan bencana. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi faktor penting yang mempercepat proses pemulihan di lapangan.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Drs. Syaifullah, MM, Kabid Linjamsos Jhonneri, SH, para wali nagari, serta tokoh masyarakat setempat.(*/Dyl )
