![]() |
| Api melahap dua unit rumah di Jorong Gantiang, Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Senin (24/8/2026) malam. (Foto: Ardiman) |
Agam, Becker.biz.id – Kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah permanen di Jorong Gantiang, Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Senin (24/8/2026) malam. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp450 juta.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.14 WIB. Saat itu, warga yang baru keluar dari Masjid Nurul Iman melihat kobaran api sudah membesar dari arah rumah yang terbakar.
Mengetahui kejadian tersebut, warga segera berupaya melakukan pemadaman secara manual sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Upaya cepat dilakukan untuk mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 20.25 WIB, armada pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 21.30 WIB setelah petugas berjibaku memadamkan kobaran yang melahap dua bangunan rumah.
Proses pemadaman melibatkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Agam, satu unit dari Kota Bukittinggi, dan satu unit dari Kota Padang Panjang.
Dua rumah yang terbakar diketahui merupakan bangunan permanen beratap seng dengan ukuran masing-masing sekitar 3 x 8 meter. Rumah tersebut milik Erizon (67) dan Nina (51), warga setempat.
Dalam penanganan awal, masyarakat bersama aparat kepolisian dan TNI mengamankan seorang pria berinisial K (28). Pria tersebut kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait peristiwa kebakaran yang terjadi.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari keluarga korban, sebelum kejadian sempat terjadi persoalan keluarga yang diduga memicu ketegangan. Namun demikian, polisi masih mendalami seluruh informasi dan belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu.
Kapolsek IV Koto AKP Aiga Putra, SH, mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, hingga melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kebakaran.
"Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan penyebab kebakaran secara menyeluruh," ujarnya.
Sementara itu, warga sekitar berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
Hingga proses pemadaman selesai, tidak ditemukan korban jiwa maupun korban luka. Polisi masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap rangkaian peristiwa serta memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut. ( Ardiman)
