-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Empat Tahun Rusak, Jembatan Penghubung Dua Pekon di Cukuh Balak Akhirnya Diperbaiki

03 September 2026 | 03 September WIB Last Updated 2026-09-03T05:10:14Z
Warga bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait bergotong royong memperbaiki Jembatan Gantung Merah Putih yang menghubungkan Pekon Tanjung Raja dan Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Kamis (3/9/2026). (Foto: Joni)




Tanggamus, Becker.biz.id — Jembatan Gantung Merah Putih yang menghubungkan Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, akhirnya direnovasi setelah mengalami kerusakan selama sekitar empat tahun, ( 03/09).


Perbaikan tersebut disambut antusias warga karena jembatan itu merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat di kedua pekon. Selama bertahun-tahun, warga terpaksa melintasi jembatan dengan kondisi lantai papan yang rusak dan membahayakan keselamatan pengguna.


Kepala Pekon Tanjung Jati, Irwansyah, mengatakan kerusakan jembatan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Berdasarkan catatan dan laporan warga, sedikitnya 10 orang pernah terjatuh saat melintas di jembatan tersebut.


“Beberapa warga mengalami luka-luka, bahkan ada yang sampai patah tulang. Namun karena jembatan ini menjadi akses utama, masyarakat tetap menggunakannya,” ujarnya.


Menurut Irwansyah, selama ini warga beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya agar jembatan tetap dapat dilalui, terutama saat musim hujan ketika akses alternatif sulit digunakan.


Ia memperkirakan sekitar 700 orang akan memanfaatkan jembatan tersebut setiap hari setelah renovasi selesai. Selain warga Tanjung Raja dan Tanjung Jati, pengguna juga berasal dari wilayah Kelumbayan dan daerah sekitarnya, termasuk pelajar yang menuju sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.


Kepala Pekon Tanjung Raja, Karnilas Farontaka, menilai keberadaan jembatan itu sangat penting karena menjadi jalur penghubung masyarakat dari berbagai wilayah. Selama kondisi rusak, sejumlah kecelakaan kerap terjadi, mulai dari terpeleset, keseleo, hingga patah tulang.


“Harapan kami ke depan dapat dibangun jembatan permanen agar masyarakat memiliki akses yang lebih aman dan nyaman,” katanya.


Sementara itu, Helmi, pedagang ikan keliling asal Pekon Tanjung Jati, mengaku selama jembatan rusak dirinya terpaksa memutar melalui jalur lain untuk menjalankan aktivitas berdagang.


“Kalau hujan dan banjir, akses jadi lebih sulit. Dengan perbaikan ini tentu sangat membantu masyarakat yang setiap hari melintas,” ujarnya.


Renovasi jembatan dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, Forkopimcam, Tagana, dan masyarakat setempat. Perbaikan mencakup penggantian lantai papan yang rusak, pengecatan bagian tiang dan kabel pengait, serta pemasangan lampu tenaga surya untuk penerangan pada malam hari.


Warga berharap perbaikan tersebut dapat meningkatkan keselamatan pengguna sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan penghubung tersebut. ( Joni))

×
Berita Terbaru Update