-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sempat Menyerah, Gadis Agam Ini Tuntaskan Hafalan 30 Juz Al-Qur’an dalam Delapan Bulan

02 September 2026 | 02 September WIB Last Updated 2026-09-02T04:06:50Z
Salsa Virgin (19), gadis asal Kabupaten Agam, menerima penghargaan dan pengukuhan setelah berhasil menuntaskan hafalan 30 Juz Al-Qur’an dalam waktu delapan bulan, Selasa (1/9/2026). (Foto: Anizur)




Agam,Becker.biz.id – Perjuangan Salsa Virgin (19), atau yang akrab disapa Caca, untuk menjadi hafizah 30 juz Al-Qur’an penuh dengan tantangan. Setelah bertahun-tahun belajar menghafal Al-Qur’an sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga menamatkan pendidikan SMP dan sempat menimba ilmu di pesantren, ia pernah berada di titik jenuh dan memilih berhenti.


Namun, tekadnya untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’an kembali tumbuh. Berkat ketekunan dan disiplin yang dijalaninya, gadis asal Jorong Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, itu akhirnya berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an hanya dalam waktu sekitar delapan bulan.


“Saya mulai menghafal sejak SD, kemudian lanjut saat mondok hingga lulus SMP. Waktu itu hafalan belum selesai dan sempat merasa putus asa,” ujar Caca saat ditemui, Selasa (1/9/2026).


Keinginan untuk kembali menghafal muncul setelah ia mendengar kisah para alumni Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Cerita tersebut membangkitkan semangatnya untuk melanjutkan perjuangan yang sempat terhenti.


Caca kemudian memutuskan bergabung dengan Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz, sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an yang didirikan pendakwah Oki Setiana Dewi pada 1 September 2016. Di pesantren itu, ia menjalani program tahfidz secara intensif dengan target hafalan yang terukur setiap hari.


Menurut Caca, proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesabaran, konsistensi, serta kemampuan menjaga semangat ketika menghadapi masa-masa sulit. Ia mengaku tidak jarang harus mengulang hafalan berkali-kali agar benar-benar melekat dalam ingatan.


“Yang paling penting bukan hanya menambah hafalan, tetapi menjaga hafalan yang sudah ada agar tetap kuat,” katanya.


Keberhasilan menuntaskan hafalan 30 juz menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Caca. Selain menjadi kebanggaan bagi keluarga, capaian tersebut juga menjadi bukti bahwa kegagalan dan rasa putus asa bukanlah akhir dari sebuah perjuangan.


Kini, Caca berharap dapat terus menjaga hafalannya dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga ingin menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita, terutama dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.


“Kalau pernah gagal atau berhenti di tengah jalan, bukan berarti tidak bisa berhasil. Yang penting mau mencoba lagi dan terus istiqamah,” tuturnya. 


(Anizur)

×
Berita Terbaru Update