-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UNP Dorong Hilirisasi Pertanian di Solok, Petani dan Industri Diajak Kembangkan Produk Bernilai Tambah

01 September 2026 | 01 September WIB Last Updated 2026-09-01T12:17:53Z
 Tim Universitas Negeri Padang meninjau lokasi penjemuran bawang di wilayah Kabupaten Solok dalam kunjungan untuk mendorong hilirisasi pertanian, Jumat kemarin. (Foto:Wanda)



Solok, Becker.biz.id — Universitas Negeri Padang (UNP) mendorong pengembangan produk pertanian bernilai tambah melalui kolaborasi dengan pelaku usaha dan kelompok tani di Kabupaten Solok. Langkah ini dilakukan untuk membantu petani dan industri lokal meningkatkan daya saing produk sekaligus mengurangi kerugian akibat fluktuasi harga hasil panen.


Upaya tersebut terlihat dalam kunjungan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi UNP, Prof. Dr. Anni Faridah, bersama tim ke ACC Food Bros di Kota Solok dan Kelompok Tani Kumbang Jantan di Alahan Panjang, Jumat kemarin. 


Dalam kunjungan itu, tim UNP meninjau langsung proses produksi bumbu rempah kering yang dikembangkan ACC Food Bros. Usaha tersebut telah memanfaatkan sejumlah peralatan modern, seperti mesin pengering, penggiling, dan mixer untuk menghasilkan bumbu rempah tanpa tambahan penyedap rasa.


Meski telah memiliki cita rasa khas yang diminati pasar, proses produksi yang dijalankan masih banyak mengandalkan pengalaman dan pengetahuan turun-temurun. Kondisi ini dinilai memiliki potensi untuk ditingkatkan melalui dukungan riset dan inovasi dari perguruan tinggi.


Prof. Anni Faridah mengatakan, penelitian dapat dilakukan untuk membantu industri memperoleh standar produksi yang lebih terukur, mulai dari pengaturan kadar air, suhu dan waktu pengeringan, proses penggilingan hingga daya tahan produk selama penyimpanan.


“Tujuannya agar kualitas produk semakin terjaga dan konsisten tanpa menghilangkan karakter rasa yang menjadi keunggulan produk lokal,” ujarnya.


Selain meninjau industri pengolahan rempah, tim UNP juga mengunjungi Kelompok Tani Kumbang Jantan di Alahan Panjang. Kelompok tani tersebut membudidayakan berbagai komoditas hortikultura, seperti tomat, cabai, bawang dan kentang.


Salah satu persoalan yang dihadapi petani adalah anjloknya harga saat panen raya. Produksi yang melimpah sering kali tidak sebanding dengan kemampuan pasar menyerap hasil panen, terutama untuk komoditas yang memiliki masa simpan pendek seperti tomat.


Menurut Prof. Anni, kondisi tersebut membuka peluang untuk mengembangkan produk olahan yang dapat memperpanjang umur simpan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.


“Produk pertanian tidak harus selalu dijual dalam bentuk segar. Dengan pengolahan yang tepat, nilai jualnya bisa meningkat dan risiko kerugian petani saat panen raya dapat ditekan,” katanya.


UNP sendiri telah memiliki sejumlah hasil penelitian yang siap dikembangkan. Di antaranya inovasi selai tomat yang telah memperoleh paten sederhana serta penelitian mengenai bumbu rendang kering yang berpotensi dikembangkan bersama pelaku usaha lokal.


Melalui kunjungan tersebut, UNP mendorong terbangunnya kolaborasi antara petani, industri, perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Sinergi empat pihak tersebut dinilai penting untuk menciptakan rantai nilai yang kuat, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, pemasaran hingga dukungan regulasi dan pembiayaan.


Sebagai langkah awal, pengembangan dan standardisasi bumbu rempah kering serta pengolahan tomat menjadi produk turunan menjadi fokus yang akan didorong bersama. Ke depan, model kerja sama serupa juga dapat diterapkan pada komoditas lain seperti bawang, cabai dan kentang.


UNP berharap hasil-hasil riset yang dihasilkan kampus tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan secara nyata untuk mendukung pertumbuhan industri lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat daya saing produk pertanian Sumatera Barat. ( Wanda)

×
Berita Terbaru Update