Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampak Banjir ke IPA Padang Diinspeksi Zigo Rolanda, Distribusi Air Bersih Diperkuat Armada HU

28 November 2025 | November 28, 2025 WIB Last Updated 2025-12-01T02:26:07Z

 


BECKER.BIZ.ID — Kerusakan berat pada dua intake Perumda Air Minum Kota Padang pascabanjir besar mendapat perhatian serius Anggota DPR RI Zigo Rolanda. Pada Jumat (28/11/2025), Zigo meninjau langsung titik-titik yang paling terdampak untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan terkoordinasi.

Dalam kunjungannya, Zigo meminta Pemko Padang menyiapkan dokumentasi lengkap mengenai seluruh kerusakan instalasi pengolahan air. Laporan tersebut akan dibawa ke Kementerian PUPR agar dukungan pemulihan bisa segera digulirkan ke daerah.

“Data lengkap sangat diperlukan supaya penanganan cepat bisa dilakukan oleh kementerian. Ini harus segera disiapkan,” tekan Zigo di sela-sela peninjauan.

Titik pertama yang ditinjau ialah Intake Kampung Koto, berkapasitas 500 liter per detik. Intake ini tidak mampu beroperasi akibat tertutup material banjir dan sedimen berlapis. Petugas terus berupaya membersihkan area tersebut meski hujan masih kerap turun.

Selanjutnya, rombongan menuju Intake Lubuk Paraku. Kondisinya serupa: dipenuhi endapan lumpur dan batu, membuat aliran air tersumbat dan mematikan operasional. Pembersihan dan perbaikan menjadi fokus agar suplai air bersih kembali normal.

Kunjungan tersebut turut didampingi Wali Kota Padang, pejabat balai teknis regional, serta jajaran manajemen Perumda AM Kota Padang, termasuk Direktur Utama Hendra Pebrizal. Zigo menegaskan bahwa kebutuhan air bersih adalah hal paling mendesak pascabencana.

“Saya minta BPPW segera mengirimkan HU ke posko-posko pengungsian. Warga butuh air bersih sekarang, bukan nanti,” tegasnya.

Hendra Pebrizal menjelaskan bahwa tingkat kekeruhan air baku saat ini merupakan kendala terbesar pemulihan IPA. Beberapa instalasi masih mampu dipulihkan dalam waktu empat hari, namun instalasi yang rusak berat butuh perbaikan yang lebih kompleks.

“Air yang masuk ke intake hampir setara lumpur. Kekeruhannya mencapai 29.400. Ini di luar batas kemampuan instalasi untuk bekerja,” ungkap Hendra.

Untuk menutupi kebutuhan warga, distribusi air bersih dilakukan secara bergilir menggunakan mobil tangki dan hidran umum. Kerja sama Pemko Padang dengan balai teknis menjadi penentu percepatan pemulihan.

Kepala BPPW Sumbar memastikan 58 unit Hidran Umum (HU) serta armada water tanker telah dikerahkan untuk memperkuat distribusi air bersih di lokasi banjir dan posko pengungsian.(*)

×
Berita Terbaru Update