BECKER.BIZ.ID – Tantangan baru kembali menghampiri Perumda Air Minum Kota Padang setelah curah hujan tinggi melanda wilayah tersebut sejak Kamis (26/11/2025) hingga Jumat dini hari. Luapan air sungai menyebabkan kerusakan pada sejumlah jaringan pipa dan menghambat proses pelayanan air bersih kepada pelanggan.
Sebelumnya, perusahaan pelat merah itu sempat melakukan pengerukan lumpur yang menutupi intake di beberapa titik. Namun usaha tersebut tidak bertahan lama karena material baru kembali menumpuk akibat derasnya aliran air sungai yang membawa sedimentasi.
Humas Perumda AM Padang, Adhie Zein, menyebutkan dua pipa penopang utama mengalami gangguan berat. Pipa di daerah Lambung Bukik putus dan terseret arus sungai, sementara satu pipa lainnya di jembatan Lubuk Minturun mengalami kebocoran sehingga wajib segera diganti.
Adhie menjelaskan bahwa pembersihan intake belum bisa dilakukan karena kondisi lokasi tidak memungkinkan untuk dijangkau. Debit air yang tinggi dan arus kuat membuat akses menuju area perbaikan tertutup. “Saat ini aliran air terlalu besar, sehingga petugas belum bisa bergerak,” ungkapnya.
Perbaikan pipa diperkirakan memakan waktu karena pergantian material harus dilakukan secara menyeluruh demi mengembalikan fungsi layanan. Selain berdampak pada distribusi air, situasi ini juga mengancam aset perusahaan yang berada dekat bantaran sungai.
Di tengah keterbatasan tersebut, Perumda AM Padang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak. Adhie menegaskan bahwa seluruh tim sedang bekerja di lapangan. “Kami berharap kondisi segera pulih. Petugas terus berjibaku meskipun cuaca belum bersahabat,” ujarnya mengakhiri pernyataan.(*)
