BECKER.BIZ.ID — Upaya pemulihan distribusi air bersih di Kota Padang terus dikebut setelah banjir bandang menyebabkan seluruh intake Perumda Air Minum lumpuh sejak awal pekan. Hujan deras berkepanjangan membuat air sungai berubah keruh dan membawa material longsor ke berbagai wilayah, sehingga instalasi pengolahan air tidak dapat beroperasi.
Petugas lapangan bersama tim teknis bekerja penuh selama 24 jam untuk mengangkat tumpukan lumpur yang menutup sistem pengambilan air. Proses normalisasi juga dibantu alat berat dan koordinasi lintas instansi, termasuk Balai Wilayah Sungai V Sumbar yang terlibat dalam pembersihan sedimentasi.
Pemantauan lapangan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, bersama unsur pemerintah daerah. Pada Selasa malam (25/11), tim meninjau kondisi intake Gunungpangilun yang menjadi titik paling parah terdampak banjir Batang Kuranji. Arus banjir membawa sampah dan batang kayu dalam jumlah besar hingga mencapai area jalan.
Menurut Hendra, gangguan ini berdampak luas terhadap layanan perusahaan. Seluruh IPA berhenti berproduksi dan menyebabkan sekitar 100 ribu pelanggan tidak menerima distribusi air bersih. Meski demikian, satu titik sudah berhasil dipulihkan.
“Intake Lubukparaku berkapasitas 200 liter per detik sudah selesai dibersihkan dan mulai mengalirkan air kembali,” jelasnya. Ia menegaskan proses perbaikan intake lainnya masih berlangsung dan membutuhkan waktu karena seluruh lokasi terdampak material banjir.
Hendra menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia berharap pelanggan tetap bersabar hingga seluruh sistem kembali normal. “Kami bekerja semaksimal mungkin agar perbaikan segera tuntas dan aliran air pulih seperti biasa,” ujarnya.(*)
