BECKER.BIZ.ID-Banjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa minggu lalu menimbulkan kerusakan signifikan pada fasilitas air bersih.
Intake Palukahan Gadang di Kecamatan Koto Tangah menjadi yang paling terdampak, sementara Intake Taban juga mengalami kerusakan akibat material longsor dan pohon hanyut.
Direktur Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa perbaikan darurat intake Palukahan Gadang akan memerlukan waktu 1–2 bulan.
"Kita tidak menyangka kerusakan sebesar ini terjadi pada fasilitas yang telah dibangun sejak 2015," ujarnya. Pembangunan permanen intake ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp25 miliar.
Anggota DPRD RI Zigo Rolanda turun tangan dengan cepat, memimpin koordinasi dengan BWS dan BPBPK Cipta Karya untuk mendatangkan alat berat dan pipa pengganti. Dari peninjauan awal, sekitar 80 persen infrastruktur intake dipastikan rusak, termasuk pipa sepanjang 800 meter menuju instalasi pengolahan air.
Saat ini, saluran air yang masuk ke instalasi sebagian besar tercemar lumpur, sehingga hanya 60 persen air layak mengalir ke rumah warga. Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau masyarakat menggunakan air secara bergantian dan hemat.
Untuk mengatasi kekurangan air, pemerintah menyediakan 58 hidran umum dan menambah mobil tangki dari 9 unit menjadi 14 unit. Zigo menyatakan apresiasi atas respons cepat Pemko Padang, Perumda Air Minum, dan Pemprov Sumbar dalam menangani krisis air bersih.
Dengan langkah-langkah darurat ini, kebutuhan air minum warga diperkirakan dapat terpenuhi sementara menunggu perbaikan permanen selesai.(*)



