-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kerusakan Infrastruktur Air Bersih Padang Hampir Total, Perumda: Lebih dari 500 Ribu Warga Terdampak

01 December 2025 | 01 December WIB Last Updated 2025-12-01T06:30:56Z


BECKER.BIZ.ID– Banjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa hari lalu tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga melumpuhkan hampir seluruh instalasi pengolahan air milik Perumda Air Minum Kota Padang. Direktur Utama Perumda, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur mencapai 99 persen.

Saat meninjau IPA Batang Guo di Kuranji, Minggu (30/11/2025), Hendra menjelaskan bahwa seluruh IPA yang berada di dekat aliran sungai mengalami kerusakan fisik yang sangat berat. Akibatnya, pemulihan layanan diprediksi memakan waktu sekitar tiga bulan.

Ia juga memaparkan bahwa total kerugian akibat kerusakan fasilitas tersebut ditaksir mencapai Rp32 miliar. “Ini baru hitungan di atas kertas. Kita perkirakan angka sebenarnya bisa lebih besar karena kondisi lapangan jauh lebih parah,” ungkapnya.

Kerusakan intake menjadi salah satu penyebab utama lumpuhnya pasokan air. Intake Palukahan Lubuk Minturun yang memiliki kapasitas 300 liter per detik termasuk yang mengalami kerusakan besar, disusul intake Guo Kuranji, Paraku, Jawa Gadut, serta intake Kampuang Koto Nanggalo yang memasok hingga 500 liter per detik. Intake lain seperti Pengambiran Lubeg dan Bungus Teluk Kabuang juga dilaporkan rusak.

Hendra mengatakan lebih dari 120 ribu pelanggan atau sekitar setengah juta warga kini mengalami gangguan suplai air bersih. Ia meminta bantuan pemerintah pusat, Kementerian PU, Dirjen SDA, Dirjen Cipta Karya, serta BUMN dan pihak swasta untuk mempercepat pemulihan layanan. “Air adalah kebutuhan utama. Tanpa itu, pemulihan pascabencana akan sangat terhambat,” jelasnya.

Untuk mengurangi dampak kepada masyarakat, Perumda melakukan perbaikan cepat pada IPA yang tidak mengalami kerusakan total. Pasokan dari intake Sikayan, Ulu Gadut, Lubuk Minturun, Paraku, dan Bungus mulai kembali mengalir meski belum optimal. Sistem subsidi silang ini diharapkan dapat membantu pelanggan di area yang paling terdampak.

Namun demikian, Hendra menegaskan bahwa pemulihan total baru dapat dicapai setelah semua infrastruktur utama selesai dibangun kembali. “Kami terus bekerja semaksimal mungkin. Namun memperbaiki kerusakan sebesar ini membutuhkan waktu dan kolaborasi dari banyak pihak,” ujarnya.(*)

×
Berita Terbaru Update