BECKER.BIZ.ID- Kementerian Agama ( Kemenag ) melalui Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Thobib Al Asyhar , mengimbau masyarakat ...
BECKER.BIZ.ID-Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Thobib Al Asyhar, mengimbau masyarakat untuk mengikuti keputusan pemerintah terkait penetapan awal Ramadhan 2026. Imbauan ini diberikan menyusul adanya kemungkinan perbedaan penetapan awal puasa antara pemerintah dan Ormas Muhammadiyah.
Thobib menjelaskan bahwa di Indonesia, perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan bukanlah hal yang baru dan sudah menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang terjadi setiap tahun.
"Kami mengimbau agar publik dapat mengikuti keputusan pemerintah, karena perbedaan dalam menentukan tanggal awal puasa sangat dimungkinkan," ujar pada Minggu (11/1/2026).
Lebih lanjut, Thobib menegaskan pentingnya menjaga semangat persaudaraan antar sesama umat Islam dan kebangsaan, meskipun ada perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan.
Dalam kalender Hijriah, pemerintah bersama beberapa ormas Islam lainnya memprediksi awal Ramadhan 2026 jatuh pada tanggal 19 Februari 2026.
Namun, pemerintah akan menunggu pelaksanaan Sidang Isbat yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026 untuk menentukan keputusan final.
Sementara itu, Ormas Muhammadiyah berencana menetapkan awal Ramadhan pada 18 Februari 2026, yang kemungkinan akan berbeda satu hari dari keputusan pemerintah.
Thobib mengingatkan masyarakat untuk tetap menghormati keputusan yang diambil oleh pemerintah, serta menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah dalam menghadapi perbedaan tersebut. Pemerintah berharap perbedaan ini tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi sebagai upaya untuk menjaga kerukunan dan kedamaian antar umat beragama di Indonesia.(nda)
.jpg)
COMMENTS