Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

5 Mobil Bekas Populer dengan Biaya Perawatan Tinggi

28 February 2026 | 28 February WIB Last Updated 2026-02-28T09:46:00Z


BECKER.BIZ.ID-Membeli mobil memang tidak mudah bagi sebagian orang dan tentunya memerlukan perencanaan finansial yang matang. Terlebih jika membahas harga mobil baru, hal ini menjadi beban yang cukup berat, terutama bagi golongan menengah maupun menengah ke bawah.

Saat ini, harga mobil baru telah meningkat signifikan. Sebagai contoh, harga mobil sekelas LC GC yang sebelumnya dijual sekitar Rp95 jutaan, kini telah mencapai Rp100 jutaan ke atas. 

Oleh karena itu, pembelian mobil baru harus dipertimbangkan secara matang.

Selain mobil baru, terdapat alternatif lain yaitu membeli mobil bekas. Namun, membeli mobil bekas tidak semudah membeli mobil baru. 

Prosesnya meliputi pengecekan kondisi mobil secara menyeluruh hingga perbaikan berbagai kerusakan yang ada. 

Semua hal tersebut memerlukan pertimbangan dan pengalaman. Tanpa pemikiran dan pengalaman yang memadai, risiko kerugian sangat besar.

Hal ini berlaku terutama bagi pembeli yang tergiur dengan mobil yang tampak murah, menarik, dan gagah, tetapi memiliki kondisi internal yang bermasalah. 

Ibarat membeli kucing dalam karung, harga mobil yang murah dapat diiringi dengan biaya perawatan yang tinggi.

Dalam pembahasan pada channel ini, akan dijelaskan lima mobil bekas dengan harga terjangkau tetapi biaya perawatannya relatif tinggi, khusus untuk mobil produksi tahun 2000-an ke atas, bukan mobil lawas yang sudah uzur. 

Sebagai ilustrasi, membeli mobil seharga Rp15 juta namun biaya perawatannya mencapai Rp45 juta jelas tidak masuk akal.

Lima Mobil Bekas yang Perawatannya Mahal

1. Mazda CX7 (2007–2012)

Harga bekas Mazda CX7 berkisar Rp80–100 jutaan. Dengan anggaran tersebut, pembeli dapat memiliki crossover yang tergolong mewah pada masanya.

 Mobil ini menggunakan mesin 2.3 L turbo yang terkenal boros bahan bakar dan rentan panas berlebih (overheat). Kondisi overheat dapat merusak head silinder, radiator, turbo, dan biaya perbaikan turbo dapat mencapai lebih dari Rp10 juta. Sistem pendinginnya juga kompleks, sehingga pemilik sering mengalami kesulitan perawatan, terutama sebelum Mazda dikelola oleh Euro Cars.

2. Toyota Camry XV40/XV50

Harga bekas Toyota Camry berkisar Rp100–120 jutaan. Dahulu, mobil ini merupakan mobil mewah dan sering digunakan pejabat. 

Sayangnya, biaya perawatan mobil ini cukup tinggi, mencakup shockbreaker, rexir, sensor MAF, TPS, AC climate control, head unit, dan jok kulit elektrik. Banyak unit bekas sebelumnya digunakan untuk dinas, sewaan hotel, atau pemakaian berat, sehingga perawatan menjadi mahal dan memerlukan ketelitian.

3. Ford Fiesta (1.6 / Ecoboost)

Ford Fiesta tahun 2014 ke atas dapat diperoleh dengan harga di bawah Rp100 juta. Mobil ini memiliki tampilan dan interior menarik, namun suku cadangnya mahal dan aftermarket sulit didapat, sehingga pembelian suku cadang KW sering menjadi solusi. 

Masalah umum pada mobil ini meliputi transmisi dual clutch yang mudah rusak, turbo, throttle, dan sensor-sensor yang sering bermasalah. Perawatan memerlukan bengkel spesialis dan biaya yang tinggi.

4. Chevrolet Captiva Diesel (2012–2015)

SUV diesel ini dapat diperoleh mulai dari Rp85 jutaan. Mesin diesel yang digunakan relatif hemat bahan bakar, cocok untuk anggaran terbatas. Namun, mobil ini sering mengalami masalah pada injektor dan turbo, serta sensor dan ACU yang mahal. Mobil Amerika memiliki konstruksi berbeda, banyak baut berukuran tidak standar, sehingga bengkel umum sering menolak melakukan servis. Perawatan harus dilakukan oleh spesialis dengan biaya tinggi.

5. Nissan X-Trail T32

Mobil ini memiliki desain modern dan harga bekas sekitar Rp150 jutaan. Meskipun menarik, suku cadangnya cukup mahal, transmisi CVT kurang awet, dan sistem kelistrikan sensitif. 

Biaya perbaikan dapat mencapai belasan hingga puluhan juta, sehingga kurang cocok bagi pembeli dengan anggaran terbatas.

Demikian lima mobil bekas yang memiliki harga terjangkau tetapi biaya perawatannya tinggi. 

Meskipun menarik, pembeli perlu mempertimbangkan perawatan karena risiko kerusakan tidak selalu dapat diprediksi.(nda)


×
Berita Terbaru Update