Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menteri Sosial Targetkan 300.000 Lansia Terima Program Makan Bergizi Gratis

28 February 2026 | 28 February WIB Last Updated 2026-02-28T01:48:44Z


BECKER.BIZ.ID – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengumumkan target besar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat menjangkau 300.000 lansia di seluruh Indonesia. Program ini memprioritaskan lansia berusia 75 tahun ke atas yang hidup seorang diri, serta penyandang disabilitas yang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.

Dalam keterangannya pada Jumat (27/2) di Tangerang, Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini konsep program tersebut tengah disempurnakan. Menurutnya, MBG adalah transformasi dari program sebelumnya yang lebih terbatas, dan kini difokuskan pada pemberian makanan bergizi kepada kelompok lansia serta disabilitas.

"Kami sedang matangkan konsepnya. Program ini bertransformasi dari yang sebelumnya, yang hanya mengutamakan permakanan untuk lansia dan disabilitas, menjadi program yang lebih fokus kepada Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyebutkan bahwa pada tahun ini, Badan Gizi Nasional (BGN) akan menerima usulan untuk melibatkan sebanyak 300.000 lansia dalam program ini. Sebagai langkah awal, distribusi MBG akan diuji coba di sejumlah wilayah.

“Kami berharap uji coba bisa segera dilaksanakan. Saat ini, kami masih melakukan persiapan dan simulasi di beberapa titik,” tambah Gus Ipul.

Simulasi program tersebut sudah dilakukan pada tahun 2025, dengan menjangkau sekitar 100.000 penerima manfaat. Namun, rencananya jumlah penerima manfaat akan meningkat signifikan menjadi antara 300.000 hingga 400.000 lansia.

Pada tahap implementasinya nanti, pengolahan makanan bergizi untuk lansia akan tetap dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara itu, mekanisme distribusinya akan melibatkan relawan sosial yang berperan penting dalam mengantarkan makanan. Selain itu, relawan juga akan diberikan pelatihan khusus untuk mendampingi dan merawat lansia.

"Relawan ini tidak hanya mengantarkan makanan, tapi juga diharapkan bisa berperan sebagai pengasuh atau perawat bagi lansia yang menerima manfaat. Kami berharap Karang Taruna dan relawan sosial lainnya bisa ikut terlibat dalam pelaksanaan program ini," ungkap Gus Ipul.

Dengan program ini, diharapkan kebutuhan gizi lansia yang tinggal sendiri atau memiliki keterbatasan fisik dapat terpenuhi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.(nda)

×
Berita Terbaru Update