BECKER.BIZ.ID — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memastikan kedatangan tambahan tiga unit pesawat tempur Rafale pada pertengahan 2026. Ketiganya merupakan bagian dari pengiriman tahap kedua dalam kontrak pembelian total 42 unit yang telah disepakati pemerintah.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan secara bertahap dalam beberapa gelombang. Setelah tiga unit pertama tiba awal tahun ini, pengiriman berikutnya akan kembali menambah tiga armada.
“Batch selanjutnya direncanakan hadir sekitar pertengahan tahun. Jumlahnya tiga unit, sehingga total yang sudah berada di Indonesia nantinya menjadi enam,” ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan, pola pengiriman bertahap ini akan terus berlangsung hingga seluruh 42 pesawat tempur tersebut diterima sesuai kontrak.
Rencananya, penyambutan kedatangan gelombang kedua ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun demikian, Kementerian Pertahanan belum menetapkan tanggal resmi seremoni penerimaan tersebut.
Sebagaimana diketahui, Indonesia menandatangani kontrak pembelian 42 unit jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation pada 2022. Pengadaan ini menjadi bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU.
Tiga unit pertama telah mendarat di Indonesia pada 23 Januari 2026 dan saat ini ditempatkan di Pangkalan Udara Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, sebagai bagian dari penguatan pertahanan udara nasional.
Pemerintah menyebut kehadiran Rafale diharapkan mampu meningkatkan daya tangkal serta memperkuat kesiapan operasional TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.(nda)
