BECKER.BIZ.ID-Menyelenggarakan bazaar makanan bukan sekadar menyiapkan tenda dan booth, tetapi memerlukan perencanaan matang agar acara dapat berjalan lancar dan menarik pengunjung.
Bazaar makanan yang sukses membutuhkan strategi mulai dari pemilihan lokasi, penyusunan anggaran, hingga penentuan tenant yang berkualitas. Setiap detail, termasuk dekorasi, panggung, dan fasilitas pendukung, memiliki peran penting untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung.
Selain itu, promosi dan keterlibatan influencer atau opinion leader menjadi faktor kunci agar bazaar makanan dapat dikenal luas dan menarik minat audiens yang lebih banyak.
Pengelolaan database pengunjung juga penting, karena informasi ini dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan engagement, meningkatkan partisipasi, dan membangun brand bazaar secara berkelanjutan.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, penyelenggara dapat memastikan bahwa bazaar makanan tidak hanya ramai, tetapi juga memberikan nilai pengalaman yang berkesan bagi semua pihak.
5 Hal Penting dalam Membuat Bazaar Makanan
Langkah pertama, penting untuk memahami bahwa food exhibition memiliki model bisnis yang berbeda dengan bisnis layanan makanan (food service) atau penjualan makanan dan minuman.
Food exhibition lebih menyerupai model bisnis event atau properti, karena penyelenggara menyewakan spot atau booth yang akan diisi oleh para pelaku usaha.
Karena model bisnisnya berbeda, strategi agar acara sukses dan dapat menjadi viral juga berbeda.
Langkah kedua, penyusunan anggaran menjadi hal yang krusial. Seperti bisnis lainnya, penyelenggara harus memulai perencanaan dari perhitungan angka. Semua bisnis memerlukan perhitungan biaya dan keuntungan.
Dalam penyelenggaraan food exhibition, anggaran harus dikalkulasi sejak awal, termasuk modal atau capital expenditure, yaitu biaya yang diperlukan agar food exhibition dapat terlaksana.
Contoh biaya yang perlu diperhitungkan meliputi sewa lokasi, dekorasi, sekat booth, panggung, produksi, dan peralatan. Selain itu, biaya promosi juga harus diperhitungkan agar food exhibition dapat viral dan jumlah pengunjung optimal.
Seluruh biaya harus dikalkulasi sejak awal untuk menentukan target pendapatan. Dari total anggaran, tentukan keuntungan yang diinginkan, misalnya 50%, 100%, dua kali lipat, atau tiga kali lipat. Dari situ akan ditentukan target penjualan.
Misalnya, jika rancangan menampung 50 booth, dikalikan dengan harga sewa atau metode kerja sama lain (sewa sebagian, bagi hasil), semuanya harus dikalkulasi agar sesuai dengan target keuntungan.
Langkah ketiga, kunci sukses adalah melibatkan opinion leader atau influencer. Dalam industri kuliner, penggerak utamanya adalah para foodies atau influencer di bidang makanan. Melibatkan mereka dapat membantu promosi, meningkatkan visibilitas acara, dan memperluas publikasi.
Keterlibatan dapat berupa postingan di media sosial, menjadi brand ambassador, atau bahkan berperan sebagai penyelenggara.
Langkah keempat, kualitas tenant sangat penting. Food exhibition yang ramai dan menarik biasanya diikuti oleh tenant atau brand yang berkualitas dan terkenal. Jangan sampai booth diisi oleh brand yang kurang menarik sehingga pengunjung tidak tertarik.
Strategi lain adalah menyediakan hiburan atau entertainment, dengan sekitar 20–25% pengisi acara berasal dari brand terkenal atau sedang viral untuk menarik perhatian pecinta kuliner.
Langkah kelima, pengelolaan database pengunjung. Sebelum acara, optimalkan promosi dan publikasi untuk mengumpulkan data pengunjung. Misalnya, melalui iklan Instagram yang terhubung ke WhatsApp atau Google Form. Database ini dapat digunakan untuk mengingatkan pengunjung sebelum hari H, mengajak teman atau keluarga, serta untuk aktivasi acara yang interaktif.
Database juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan selanjutnya, sehingga investasi dilakukan sekali tetapi engagement tetap tinggi, dan brand food exhibition dapat dibangun dengan baik.(nda)
.jpg)