BECKER.BIZ.ID– Putri Kusuma Wardani gagal membalas kekalahannya dari Supanida Katethong setelah kalah di final Swiss Open 2026. Dalam pertandingan yang digelar di St. Jakobshalle, Basel, pada Minggu (15/3/2026), Putri tak mampu tampil maksimal dan menyerah dengan skor 15-21, 11-21 hanya dalam waktu 40 menit.
Kekalahan ini menandai dua kali berturut-turut Putri harus mengakui keunggulan Katethong, setelah sebelumnya juga kalah di semifinal SEA Games 2025. Meski sudah berusaha tampil maksimal, Putri mengakui dirinya merasa terbebani dengan tekanan yang ada.
"Setelah kekalahan saya di SEA Games, saya datang ke final ini dengan tekad ingin bermain sebaik mungkin dan membalas kekalahan. Namun, di lapangan saya justru merasa tertekan dan tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik," ungkap Putri setelah pertandingan.
Pada gim pertama, Putri memulai dengan buruk dan tertinggal jauh 3-11, sebelum akhirnya kalah telak 11-21. Di gim kedua, Putri sempat berhasil menyamakan kedudukan 11-11 setelah ketinggalan lebih dulu, namun akhirnya kembali gagal dan menyerah dengan skor 11-21.
Putri juga mengomentari strategi yang diterapkan oleh Katethong yang ia nilai sangat efektif. "Supanida menggunakan strategi yang tepat dengan terus membatasi bola atas dan mempercepat tempo permainan," lanjutnya.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Putri tetap mengungkapkan rasa syukur karena berhasil mencapai final dan menjadi runner-up. "Sebenarnya saya tetap bersyukur bisa mencapai podium kedua, tapi saya merasa permainan saya tidak keluar maksimal dan saya tidak puas dengan penampilan hari ini," tambahnya.
Swiss Open 2026 menjadi final pertama Putri Kusuma Wardani di tahun ini. Meski gagal meraih gelar, Putri tetap berharap dapat meraih kemenangan di turnamen selanjutnya. Sejak menjuarai Korea Masters 2024, Putri belum berhasil meraih gelar juara lagi dan terus berusaha untuk kembali ke puncak.
Kekalahan ini memberikan pelajaran berharga bagi Putri yang kini fokus untuk memperbaiki performa dan mengatasi tekanan di turnamen-turnamen berikutnya.(nda)
