Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gubernur Sumbar Dorong Pemuda Jadi Kreator Inovatif di Era Digital

30 April 2026 | 30 April WIB Last Updated 2026-04-30T01:23:44Z


BECKER.BIZ.ID — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menghadapai tantangan zaman digital. Dalam pembukaan pelatihan “Transformasi Kreativitas Pemuda Melalui Konten Video Digital sebagai Penggerak Inovasi dan Daya Saing Daerah” yang digelar di Grand Rocky Hotel, Bukittinggi, Mahyeldi mengajak pemuda Sumatera Barat untuk lebih berani tampil dan menunjukkan karya serta ide-ide mereka.

“Pemuda harus keluar dari zona nyaman dan tidak hanya membanggakan nama besar keluarga. Yang terpenting adalah karya, ide, dan kreativitas yang mereka hasilkan,” tegas Mahyeldi di hadapan 50 peserta pelatihan. Ia menambahkan bahwa, untuk mewujudkan kemajuan daerah, pemuda Sumbar perlu mengedepankan kreativitas sebagai motor penggerak pembangunan, khususnya di dunia digital yang semakin berkembang pesat.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menyampaikan kutipan dari Rasulullah mengenai pemuda yang dapat berdiri dengan kekuatan dan potensinya sendiri. Menurutnya, pemuda yang sukses adalah mereka yang mampu menunjukkan eksistensinya melalui karya-karya dan inovasi yang mereka hasilkan, bukan hanya melalui nama besar yang mereka warisi.

Menyadari bahwa dunia digital memberi ruang luas bagi kreativitas, Mahyeldi berharap para peserta pelatihan, yang berasal dari berbagai kalangan, dapat memanfaatkan peluang ini untuk menghasilkan konten-konten video yang bermanfaat dan berdampak positif. “Anak muda sekarang tampil kreatif, berani berekspresi, dan itu adalah bagian dari inovasi yang harus didorong,” tambahnya.

Seleksi Ketat dan Pelatihan Berkualitas

Anggota DPRD Sumbar, Zulkanedi Said, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kerja sama antara Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar dengan berbagai pihak. Ia juga menuturkan bahwa seleksi peserta pelatihan dilakukan secara ketat, mengingat tingginya animo pemuda untuk mengikuti program ini.

“Proses seleksi cukup ketat, karena banyak pemuda yang antusias untuk bergabung. Yang terpilih benar-benar istimewa,” kata Zulkanedi. Meskipun awalnya program ini membatasi usia peserta hingga 30 tahun, panitia akhirnya mempertimbangkan peserta di atas usia tersebut, seperti guru pendamping dan pelaku komunitas digital.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Mahdianur, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen media digital, tetapi juga menjadi produsen konten yang kreatif dan bernilai ekonomi.

“Kami ingin agar pemuda Sumbar dapat menghasilkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat dan nilai positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Mengutamakan Nilai Budaya dan Etika

Meski begitu, Mahdianur menegaskan pentingnya untuk selalu menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau dan norma agama dalam setiap karya kreatif yang dihasilkan. Ia mengingatkan bahwa kreativitas harus tetap berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang mengedepankan etika.

Kegiatan yang berlangsung dari 29 April hingga 2 Mei 2026 ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Sumbar, termasuk pegawai nagari, guru muda, serta pelajar SMA dan SMK. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi industri kreatif, produser, penulis naskah, hingga tenaga profesional bersertifikat nasional.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan potensi pemuda Sumbar di bidang konten digital dan membuka peluang baru dalam industri kreatif di daerah tersebut.(*)

×
Berita Terbaru Update