BECKER.BIZ.ID-Mengapa target pasar itu penting? Beberapa waktu lalu saya mengadakan sesi tanya jawab di Instagram, dan banyak yang ingin mengetahui cara menentukan target pasar yang tepat.
Bagi Anda yang mungkin belum mengetahui, target pasar adalah sekelompok orang spesifik yang menjadi sasaran suatu bisnis untuk menjual produk atau jasa.
Sebelum membahas langkah-langkah menentukan target pasar, penting untuk memahami mengapa target pasar sangat penting dalam bisnis.
Pentingnya Target Pasar dalam Bisnis
Strategi penjualan dapat dibuat lebih tepat sasaran.
Dengan mengetahui siapa yang menjadi sasaran, Anda tidak akan sembarangan menjual kepada semua orang dan hanya berharap ada yang membeli.
Sebaliknya, strategi dapat difokuskan pada calon pelanggan yang memiliki potensi tinggi untuk membeli produk Anda.
2. Efisiensi biaya.
Apabila target pasar sudah jelas, biaya untuk promosi dan iklan dapat digunakan secara lebih efektif, tanpa membuang sumber daya untuk menawarkan produk kepada orang yang kemungkinan besar tidak akan membeli.
3. Keunggulan kompetitif.
Fokus pada segmen pasar tertentu memungkinkan bisnis lebih unggul karena produk akan lebih mudah dikenali dan manfaatnya lebih jelas bagi konsumen. Hal ini juga memperkuat branding bisnis Anda.
Langkah-langkah menentukan target pasar
1. Rincikan Produk
Sebelum menentukan target pasar, Anda harus memahami produk secara menyeluruh. Pemahaman ini bukan sekadar daftar produk yang dijual, tetapi juga penawaran nilai (value proposition).
Misalnya, pada toko pakaian, selain mencantumkan jenis produk seperti kaos, kemeja, celana, dan kaos kaki, rincikan pula fitur, manfaat, nilai, dan keunikan produk (Unique Selling Point).
Contoh: pakaian tersedia dalam ukuran XS hingga 3XL, dapat ditukar ukurannya, terbuat dari kain ramah lingkungan, dan modelnya sesuai tren.
2. Asumsi Pasar
Setelah produk dan penawarannya jelas, langkah berikutnya adalah membuat asumsi pasar. Mulailah dengan asumsi sederhana, misalnya demografi seperti usia, jenis kelamin, domisili, kisaran pendapatan, dan minat.
Misal produk fashion, target usia sekitar 20-an, jenis kelamin wanita, domisili kota besar, pendapatan menengah ke atas, tertarik pada model kekinian, peduli lingkungan, dan body positivity.
Tahap ini masih berupa asumsi yang nantinya akan divalidasi melalui riset pasar.
3. Riset Pasar
Setelah membuat asumsi, lakukan riset pasar untuk memvalidasi apakah calon target pasar benar-benar tertarik dengan produk.
Cara umum: wawancara langsung dengan calon pelanggan, membuat survei daring seperti menggunakan Google Forms, atau memanfaatkan data yang sudah tersedia dari situs statistik atau penelitian sebelumnya.
4. Evaluasi Pasar dan Kompetitor
Dengan data riset, evaluasi potensi pasar (apakah cukup banyak orang tertarik dan berkembang), profitabilitas (apakah target pasar memiliki daya beli untuk produk Anda), serta kompetitor (strategi mereka dan faktor pembeda produk Anda).
Evaluasi ini penting agar bisnis tidak terjebak dalam persaingan harga yang merugikan.
5. Buat Buyer Persona
Buyer Persona adalah profil detail calon pelanggan ideal, bukan sekadar asumsi. Rinci demografi, kegiatan sehari-hari, gaya komunikasi, masalah yang dihadapi, tujuan, solusi yang diharapkan, dan perilaku belanja. Semakin spesifik, strategi pemasaran akan lebih efektif. Meski spesifik, orang di luar persona juga dapat tertarik membeli produk Anda.
Target pasar dapat berubah seiring perkembangan bisnis, oleh karena itu lakukan riset ulang dan adaptasi strategi agar tetap relevan.(*)
