Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Susu Sekolah Program MBG Dijual Bebas di Minimarket, Publik Bingung dan BGN Masih Selidiki

02 April 2026 | 02 April WIB Last Updated 2026-04-02T04:31:00Z


BECKER.BIZ.ID-Program “Susu Sekolah” MBG, yang sejatinya ditujukan sebagai bagian dari menu makan bergizi gratis di sekolah, kini menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Hal ini bermula ketika sejumlah netizen menemukan produk susu berukuran 125 ml tersebut dijual di minimarket dengan harga sekitar Rp4.000 per kemasan, atau sekitar Rp138.000 per dus. Padahal, pada kemasan susu tercantum jelas label “Susu Gratis Program MBG – Tidak Untuk Diperjualbelikan”, menimbulkan keheranan banyak pihak karena bertentangan dengan kenyataan di lapangan.

Salah satu warganet membagikan pengalamannya melalui media sosial, mengaku terkejut saat menemukan susu yang seharusnya gratis justru dipasarkan bebas. Dalam unggahannya, ia menyoroti kontradiksi antara tujuan program dan praktik penjualan yang terjadi.

 Respons dari netizen lain pun ramai, dengan beberapa mengaku menemukan produk serupa di minimarket berbeda, dan dijual dengan harga yang kurang lebih sama. Unggahan ini kemudian viral, memancing diskusi tentang bagaimana produk yang seharusnya untuk kepentingan anak sekolah bisa masuk ke pasar komersial.

Menanggapi temuan ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya baru menerima laporan mengenai beredarnya susu program MBG di pasaran. 

“Hingga saat ini, BGN belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait hal ini,” ujarnya. Prof. Dadan juga menegaskan bahwa BGN tidak memiliki kerja sama dengan produsen mana pun untuk memproduksi susu khusus bagi program MBG, sehingga pihaknya menegaskan bahwa peredaran bebas produk tersebut tidak melibatkan institusi resmi.

Di sisi lain, muncul berbagai dugaan di masyarakat mengenai asal-usul susu yang dijual di minimarket. Salah satu spekulasi menyebutkan kemungkinan adanya pihak pengelola dapur MBG yang juga memiliki toko, sehingga sisa stok yang seharusnya digunakan untuk program sekolah dijual kembali. Dugaan lain menyebut adanya kebocoran distribusi dari pihak ketiga yang menangani logistik produk, meski hingga saat ini belum ada bukti konkret yang mendukung teori-teori tersebut.

Fenomena ini menuai kritik dari masyarakat yang menilai bahwa peredaran susu gratis untuk sekolah di pasar komersial menunjukkan lemahnya pengawasan dan potensi penyalahgunaan program sosial. Banyak pihak berharap agar BGN segera melakukan investigasi mendalam, memastikan setiap produk yang ditujukan bagi anak sekolah benar-benar sampai ke tangan penerima yang berhak.

Hingga berita ini diturunkan, BGN belum memberikan penjelasan lanjutan mengenai langkah yang akan diambil, termasuk upaya menelusuri peredaran susu MBG di pasar komersial. 

Publik pun masih menunggu kepastian agar program Susu Sekolah MBG tetap dapat berjalan sesuai tujuan awal, yaitu menyediakan gizi tambahan secara gratis bagi anak-anak sekolah, tanpa disalahgunakan untuk kepentingan komersial.(*)

×
Berita Terbaru Update