BECKER.BIZ.ID — Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dilaksanakan untuk siswa SD dan MI merupakan tantangan tersendiri.
Dengan waktu pengerjaan yang terbatas hanya 75 menit, siswa dituntut untuk mengerjakan soal-soal dengan efisien, teliti, dan tetap tenang. Meski demikian, tidak sedikit siswa yang merasa tertekan dengan waktu yang singkat, dan cenderung terburu-buru dalam menjawab soal. Hal ini, tentu saja, bisa berdampak pada hasil yang tidak optimal.
Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus agar siswa dapat menyelesaikan ujian tepat waktu, tanpa mengorbankan ketelitian. Dalam menghadapi tantangan ini, kunci utama adalah perencanaan yang matang dan persiapan yang tepat agar dapat mengoptimalkan setiap detik yang ada.
Menurut unggahan dari akun Instagram @litbangdikbud yang dilansir pada Kamis (16/4/2026), persiapan ujian dimulai jauh sebelum hari H dengan kebiasaan rutin yang melibatkan otak dan tubuh agar terbiasa dengan suasana ujian yang memerlukan konsentrasi tinggi dan interaksi dengan perangkat komputer atau laptop.
Beberapa langkah yang disarankan oleh ahli adalah dengan melatih diri setiap hari, menghabiskan waktu sekitar 10 menit di depan layar komputer, baik itu untuk berlatih soal atau sekadar mengetik.
Tujuannya adalah agar tangan dan mata tidak kaku saat harus berinteraksi dengan perangkat selama ujian yang berlangsung cukup lama.
Selain itu, siswa disarankan untuk tidak melakukan kebut semalam, melainkan memahami konsep dasar secara rutin setiap hari selama 20-30 menit. Ini akan jauh lebih efektif dalam menjaga agar otak tetap segar dan terhindar dari kelelahan sebelum ujian dimulai.
Adapun diskusi kelompok dengan teman atau bimbingan dari guru juga menjadi salah satu cara yang disarankan, karena dengan berdiskusi, pemahaman terhadap materi yang sulit bisa diperjelas, serta mempercepat proses analisis terhadap soal-soal yang lebih kompleks.
Setelah persiapan yang matang, saat ujian dimulai, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mengelola waktu dengan lebih efektif.
Pertama, siswa disarankan untuk mengerjakan soal-soal yang lebih mudah terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengamankan poin dari soal yang memang sudah dipahami, sehingga siswa tidak terjebak terlalu lama pada satu soal yang sulit. Bila menemui soal yang sulit, sebaiknya tandai terlebih dahulu dan lanjutkan ke soal berikutnya. Dengan cara ini, siswa dapat memastikan bahwa waktu yang terbatas digunakan untuk mengerjakan soal yang bisa diselesaikan dengan lebih cepat.
Setelah selesai mengerjakan soal-soal yang mudah, siswa dapat kembali ke soal yang ditandai tadi dengan pikiran yang lebih tenang.
Selain itu, menjaga fokus dan mengelola stres juga sangat penting. Ketika rasa tegang mulai muncul, siswa disarankan untuk berhenti sejenak dan menarik napas dalam-dalam. Mengambil beberapa detik untuk menenangkan diri bisa meningkatkan konsentrasi dan membantu otak untuk memproses informasi dengan lebih cepat dan tepat. Ingatlah, otak yang tenang lebih mudah untuk mengingat informasi yang sudah dipelajari sebelumnya.
Siswa juga disarankan untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk memeriksa kembali jawaban-jawaban yang sempat diragukan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya kesalahan teknis bisa diminimalisir, dan hasil ujian dapat lebih maksimal
Dengan mengikuti tahapan persiapan dan strategi pengerjaan yang tepat, siswa dapat mengatasi tantangan waktu yang terbatas dalam ujian TKA. Mengingat pentingnya ujian ini bagi kelanjutan pendidikan, mengoptimalkan waktu 75 menit adalah langkah penting yang akan menentukan kualitas hasil ujian.
Siswa yang sudah siap secara mental dan fisik, serta memiliki strategi yang baik, tidak hanya akan menyelesaikan ujian dengan tepat waktu, tetapi juga dengan hasil yang memuaskan.
Terlebih lagi, dalam menghadapi ujian yang melibatkan banyak soal dan tekanan waktu, ketenangan adalah kunci utama untuk bisa berpikir jernih dan menjawab dengan tepat.
Sebuah ujian memang bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagaimana cara siswa mengelola waktu dan stres untuk meraih hasil terbaik.(*)
.jpg)