Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Video Bullying Siswa SMP di Tuban Viral, Polisi Turun Tangan Lakukan Penyelidikan

21 April 2026 | 21 April WIB Last Updated 2026-04-21T05:22:00Z


BECKER.BIZ.ID — Dunia pendidikan di Kabupaten Tuban kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video dugaan perundungan terhadap seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di media sosial. Rekaman singkat berdurasi sekitar 18 detik itu memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah siswa terhadap seorang korban di lingkungan sekolah.

Dalam video tersebut, seorang siswa tampak tak berdaya saat menjadi sasaran pukulan dan tendangan dari beberapa pelaku yang diduga merupakan kakak kelasnya. Aksi kekerasan itu bahkan mengarah ke bagian tubuh vital korban, sementara korban terlihat hanya bisa menahan diri tanpa mampu melawan.

Peristiwa ini disebut terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Jenu, Tuban. Korban berinisial DE, siswa kelas 7, sementara dua terduga pelaku berinisial MA dan MY merupakan siswa kelas 9.

Kejadian tersebut terjadi pada 7 Maret 2026 di tengah berlangsungnya kegiatan ujian sekolah. Namun, video aksi perundungan itu baru tersebar luas dan menjadi viral pada pertengahan April 2026, hingga memicu kecaman dari masyarakat luas.

Ironisnya, insiden kekerasan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang.

Menindaklanjuti viralnya kasus ini, pihak kepolisian dari Polres Tuban telah turun tangan melakukan penyelidikan. Aparat juga telah mendatangi lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengumpulkan keterangan awal.

Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, membenarkan adanya proses penyelidikan terkait dugaan perundungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mendalami kasus dan belum melakukan pemeriksaan terhadap pihak korban maupun terduga pelaku.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan kami sedang mengumpulkan informasi dari berbagai pihak terkait,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan kembali menyoroti pentingnya pengawasan serta pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(*)

×
Berita Terbaru Update