![]() |
Investasi Pengolahan Pinang di Limapuluh Kota Serap 600 Tenaga Kerja, Dorong Hilirisasi dan Ekspor
Lima Puluh Kota, Becker.Biz.Id - Kehadiran industri pengolahan pinang di Kabupaten Limapuluh Kota dinilai menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah komoditas pertanian, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan pasar ekspor.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat meninjau aktivitas produksi di PT Maju Kolpin Sejahtera, Jorong Akabiluru, Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kamis (28/5/2026).
Menurut Mahyeldi, investasi pada sektor pengolahan hasil pertanian memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Selain meningkatkan nilai jual produk lokal, industri pengolahan juga membuka peluang pasar yang lebih luas hingga ke tingkat internasional.
Saat ini, produk pinang yang diolah perusahaan tersebut telah diekspor ke Vietnam untuk memenuhi kebutuhan industri makanan, khususnya sebagai bahan baku permen pinang. Aktivitas ekspor tersebut menjadi bukti bahwa komoditas pertanian Sumatera Barat memiliki daya saing di pasar global apabila didukung proses hilirisasi yang memadai.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi investasi yang masuk ke daerah. Kehadiran industri pengolahan seperti ini memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Mahyeldi.
Ia menjelaskan, selama ini banyak hasil pertanian yang dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga keuntungan ekonomi yang diperoleh daerah relatif terbatas. Dengan adanya industri pengolahan, nilai ekonomi produk meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani maupun pelaku usaha.
Selain mendukung sektor ekspor, pabrik pengolahan pinang tersebut juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat sekitar 600 pekerja terlibat dalam aktivitas produksi, dengan sekitar 60 persen berasal dari masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota.
Kondisi ini dinilai berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar pabrik.
Mahyeldi menambahkan, keberadaan industri tersebut sejalan dengan pengembangan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai kawasan sentra agro atau The Central of Agro. Pasokan bahan baku pinang tidak hanya berasal dari daerah setempat, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat, sehingga menciptakan rantai ekonomi yang lebih luas.
Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, mengatakan industri pengolahan pinang telah memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen mereka.
Menurutnya, kolaborasi antara investor dan pemerintah menjadi faktor penting dalam memperkuat sektor pertanian berbasis industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dengan meningkatnya investasi pada sektor hilirisasi pertanian, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota berharap komoditas unggulan daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. (wan )
