Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PDAM Kota Padang Kebut Pemulihan Layanan Air Bersih, Target Pendapatan 2026 Naik Jadi Rp30 Miliar

14 May 2026 | 14 May WIB Last Updated 2026-05-14T03:56:04Z

 

PDAM Kota Padang Kebut Pemulihan Layanan Air Bersih, Target Pendapatan 2026 Naik Jadi Rp30 Miliar




Padang, Bencker.Biz.Id — Perumda Air Minum Kota Padang terus mempercepat perbaikan berbagai fasilitas dan jaringan distribusi air bersih yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Upaya tersebut dilakukan demi memulihkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengejar peningkatan target pendapatan perusahaan pada tahun 2026 menjadi Rp30 miliar dari sebelumnya Rp20 miliar.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan normalisasi sumber air dan jaringan distribusi di sejumlah titik terdampak agar suplai air kepada pelanggan kembali stabil.

“Kita terus berupaya maksimal memperbaiki berbagai kerusakan agar distribusi air bersih kepada masyarakat segera normal kembali. Ini juga menjadi bagian dari langkah meningkatkan kinerja perusahaan,” ujar Hendra saat menerima kunjungan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat di kantornya, Selasa (12/5).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua PWI Sumbar Widya Navies bersama sejumlah pengurus, di antaranya Wakil Ketua Bidang Pendidikan H.M. Khudri, Ketua Seksi Ekonomi, Sosial dan Kesejahteraan Susi Suzana, serta Bendahara SIWO, Bo Ing.

Hendra menjelaskan, proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan anggaran internal perusahaan dan dukungan dari pemerintah pusat. Menurutnya, percepatan pemulihan layanan menjadi fokus utama agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi.

Selain menggunakan dana internal, PDAM Kota Padang juga memperoleh dukungan dari anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, S.E., M.M., berupa fasilitasi dana APBN sebesar Rp308 miliar untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan percepatan pemulihan layanan pascabencana.

“Bantuan ini sangat berarti bagi percepatan pembangunan infrastruktur air bersih serta pemulihan pelayanan kepada pelanggan yang terdampak banjir,” katanya.

Ia menyebutkan, bantuan tersebut mencakup penyediaan pipa HDPE, alat berat, hidran umum, hingga armada truk tangki air untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak gangguan distribusi.

Tak hanya itu, bantuan juga diarahkan untuk pembangunan IPA Taban 3 berkapasitas 200 liter per detik, reservoir berkapasitas 3.000 meter kubik, dan jaringan distribusi utama sepanjang 19 kilometer.

“Perbaikan sumber air dan jaringan distribusi masih terus berjalan. Kita berharap seluruh layanan dapat kembali optimal dalam waktu secepatnya,” tambah Hendra.

Sementara itu, Ketua PWI Sumbar Widya Navies memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan PDAM Kota Padang dalam menangani dampak pascabencana.

Menurutnya, pemulihan layanan air bersih merupakan hal yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kami melihat PDAM bergerak cepat melakukan pemulihan. Ini tentu patut diapresiasi demi kepentingan masyarakat luas,” ujar Widya.

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai upaya perbaikan yang dilakukan Perumda Air Minum Kota Padang agar pelayanan kepada pelanggan dapat kembali normal dan lebih maksimal ke depan. (*/wan)

×
Berita Terbaru Update