Safni saat melakukan kunjungan kerja ke Puskeswan Situjuah, Rabu (17/06/2026). Limapuluh kota,Becker.Biz.Id — Pemerintah Kabupaten Limapulu...
![]() |
| Safni saat melakukan kunjungan kerja ke Puskeswan Situjuah, Rabu (17/06/2026). |
Limapuluh kota,Becker.Biz.Id — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus mendorong penguatan sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Bupati Limapuluh Kota, Safni, menantang Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) untuk menghadirkan inovasi nyata, terutama dalam menciptakan produksi pakan ternak secara mandiri.
Menurut Safni, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Limapuluh Kota sebagai Central of Agro sekaligus membangun kawasan peternakan unggulan, khususnya untuk komoditas sapi dan kambing.
Hal itu disampaikan Safni saat melakukan kunjungan kerja ke Puskeswan Situjuah, Rabu (17/06/2026). Ia menegaskan bahwa Disnakeswan harus mampu bergerak lebih jauh dari sekadar menjalankan tugas administratif.
“Disnakeswan harus melahirkan gagasan dan inovasi yang memberikan dampak langsung. Salah satunya bagaimana kita mampu menghasilkan pakan ternak sendiri agar peternakan di Limapuluh Kota semakin kuat dan mandiri,” ujar Safni.
Ia menyebut, tingginya biaya pakan selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi peternak. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat biaya pemeliharaan ternak meningkat.
Karena itu, Bupati meminta agar potensi bahan baku lokal dimanfaatkan untuk menciptakan formulasi pakan berkualitas yang lebih ekonomis dan mudah diperoleh masyarakat.
Safni menilai keberhasilan sektor peternakan tidak hanya dilihat dari jumlah populasi ternak, tetapi juga dari kemampuan sektor tersebut menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
“Limapuluh Kota memiliki potensi besar. Kita punya lahan, sumber daya, peternak, dan peluang pengembangan. Tinggal bagaimana kita berani membuat terobosan dan bekerja lebih maksimal,” katanya.
Ia juga mendorong agar pengembangan peternakan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, layanan kesehatan hewan, hingga pemasaran hasil ternak. Dengan pola tersebut, diharapkan muncul kawasan peternakan modern yang mampu menjadi contoh bagi daerah lain.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Disnakeswan Limapuluh Kota, drh. Devi Kusmira, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan program strategis tersebut.
Devi mengatakan, pihaknya akan menyusun langkah pengembangan peternakan berbasis potensi daerah, termasuk memperkuat inovasi pakan ternak lokal.
“Arahan Bupati menjadi dorongan bagi kami untuk menyusun program yang lebih terarah. Kami siap memperkuat pengembangan pakan berbasis bahan lokal serta meningkatkan kualitas peternakan sapi dan kambing di Limapuluh Kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, Disnakeswan akan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari kelompok peternak, penyuluh, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternakan, menekan biaya usaha, serta memperkuat posisi Limapuluh Kota sebagai daerah dengan sektor peternakan yang mandiri dan kompetitif.(*/dyl )Dorong Limapuluh Kota Jadi Pusat Agro, Bupati Safni Minta Disnakeswan Ciptakan Pakan Ternak Mandiri
Limapuluh kota,Becker.Biz.Id — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus mendorong penguatan sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Bupati Limapuluh Kota, Safni, menantang Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) untuk menghadirkan inovasi nyata, terutama dalam menciptakan produksi pakan ternak secara mandiri.
Menurut Safni, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Limapuluh Kota sebagai Central of Agro sekaligus membangun kawasan peternakan unggulan, khususnya untuk komoditas sapi dan kambing.
Hal itu disampaikan Safni saat melakukan kunjungan kerja ke Puskeswan Situjuah, Rabu (17/06/2026). Ia menegaskan bahwa Disnakeswan harus mampu bergerak lebih jauh dari sekadar menjalankan tugas administratif.
“Disnakeswan harus melahirkan gagasan dan inovasi yang memberikan dampak langsung. Salah satunya bagaimana kita mampu menghasilkan pakan ternak sendiri agar peternakan di Limapuluh Kota semakin kuat dan mandiri,” ujar Safni.
Ia menyebut, tingginya biaya pakan selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi peternak. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat biaya pemeliharaan ternak meningkat.
Karena itu, Bupati meminta agar potensi bahan baku lokal dimanfaatkan untuk menciptakan formulasi pakan berkualitas yang lebih ekonomis dan mudah diperoleh masyarakat.
Safni menilai keberhasilan sektor peternakan tidak hanya dilihat dari jumlah populasi ternak, tetapi juga dari kemampuan sektor tersebut menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
“Limapuluh Kota memiliki potensi besar. Kita punya lahan, sumber daya, peternak, dan peluang pengembangan. Tinggal bagaimana kita berani membuat terobosan dan bekerja lebih maksimal,” katanya.
Ia juga mendorong agar pengembangan peternakan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, layanan kesehatan hewan, hingga pemasaran hasil ternak. Dengan pola tersebut, diharapkan muncul kawasan peternakan modern yang mampu menjadi contoh bagi daerah lain.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Disnakeswan Limapuluh Kota, drh. Devi Kusmira, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan program strategis tersebut.
Devi mengatakan, pihaknya akan menyusun langkah pengembangan peternakan berbasis potensi daerah, termasuk memperkuat inovasi pakan ternak lokal.
“Arahan Bupati menjadi dorongan bagi kami untuk menyusun program yang lebih terarah. Kami siap memperkuat pengembangan pakan berbasis bahan lokal serta meningkatkan kualitas peternakan sapi dan kambing di Limapuluh Kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, Disnakeswan akan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari kelompok peternak, penyuluh, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternakan, menekan biaya usaha, serta memperkuat posisi Limapuluh Kota sebagai daerah dengan sektor peternakan yang mandiri dan kompetitif.(*/dyl )



COMMENTS