-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jaga Warisan Budaya Minangkabau, Menteri Fadli Zon Resmikan Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang

20 June 2026 | 20 June WIB Last Updated 2026-06-20T11:30:27Z
Lestarikan Identitas Lokal, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang, di Kenagarian VII Koto Talago, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Jumat (19/6/2026).


Limapuluh kota, Becker.Biz.Id — Komitmen menjaga warisan budaya terus diperkuat pemerintah. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., meresmikan hasil pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang yang berada di Kenagarian VII Koto Talago, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (19/6/2026).

Masjid yang berdiri sejak sekitar tahun 1822 tersebut merupakan salah satu peninggalan bersejarah dengan nilai penting dari sisi agama, budaya, maupun arsitektur. Proses pemugaran tahap pertama dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat di bawah Kementerian Kebudayaan RI.

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengapresiasi selesainya tahap awal pemugaran dan menegaskan bahwa pelestarian akan terus dilanjutkan, termasuk terhadap bagian menara masjid.

“Insya Allah tahun ini juga akan kita lanjutkan pemugaran menaranya. Menara ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dari desainnya terlihat adanya perpaduan budaya lokal dengan pengaruh Asia Tengah,” kata Fadli Zon.

Ia menjelaskan, Kementerian Kebudayaan telah melakukan pemugaran terhadap sekitar 150 situs cagar budaya di berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui dukungan anggaran APBN serta kerja sama dengan berbagai pihak.

Menurutnya, Kabupaten Limapuluh Kota memiliki banyak peninggalan budaya yang penting, salah satunya Situs Menhir Maek. Pemerintah pusat juga tengah mendorong agar situs tersebut dapat segera ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.

Fadli Zon berharap keberadaan Masjid Tuo Ampang Gadang tidak hanya dijaga sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas keagamaan, kebudayaan, dan kegiatan sosial masyarakat.

“Pelestarian bukan hanya menjaga bangunannya, tetapi bagaimana warisan ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat, menjadi ruang edukasi sejarah, wisata budaya, serta mendukung perekonomian warga sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian Masjid Tuo Ampang Gadang. Ia menyebut masjid tersebut memiliki makna besar sebagai bagian dari perjalanan sejarah dan jati diri masyarakat Minangkabau.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Safni juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan bidang kebudayaan kepada Menteri Fadli Zon, di antaranya pembangunan Balai Adat Luak Nan Bungsu, pengembangan Monumen Bela Negara, serta percepatan pengakuan Situs Menhir Maek sebagai cagar budaya nasional.

“Kami berharap berbagai program ini dapat menjadi bagian dari penguatan kebudayaan sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Limapuluh Kota ke depan,” ungkap Safni.

Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha, anggota DPRD Sumatera Barat, jajaran kepala perangkat daerah, niniak mamak, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. (*/Dyl )

×
Berita Terbaru Update