-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemprov Sumut Buka Pekan Inovasi dan Investasi, Tandai Dimulainya Sensus Ekonomi 2026

14 June 2026 | 14 June WIB Last Updated 2026-07-28T02:14:25Z


Dukungan terhadap pelaksanaan oleh,Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Kepala BPS RI Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, S.E., M.E., jajaran Forkopimda Sumut dan Kabupaten Simalungun. Kegiatan tersebut digelar di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/6/2026).


Medan ,Becker.Biz.Id — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelar Pekan Inovasi dan Investasi Sumut yang sekaligus menjadi momentum pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan tersebut digelar di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/6/2026).

Acara ini dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Kepala BPS RI Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, S.E., M.E., jajaran Forkopimda Sumut dan Kabupaten Simalungun, Kepala BPS Sumut, para kepala daerah se-Sumatera Utara, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bobby Nasution menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, data yang diperoleh dari sensus akan menjadi pijakan dalam merancang kebijakan ekonomi yang lebih tepat.

"Pekan Inovasi dan Investasi ini menjadi bagian dari pencanangan Sensus Ekonomi 2026. Data terbaru yang dihasilkan nantinya dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun program dan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Bobby.

Ia juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara agar ikut berperan aktif menyukseskan proses pendataan sehingga hasil yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi daerah.

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah daerah dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan metode pendataan langsung melalui kunjungan petugas ke masyarakat dan pelaku usaha.

"Sumatera Utara termasuk salah satu provinsi dengan jumlah pelaku usaha yang besar di Indonesia. Kami mengajak masyarakat mendukung kegiatan ini dengan menerapkan prinsip TIR, yakni menerima petugas, mengisi data secara benar, dan yakin bahwa kerahasiaan informasi tetap terjamin," katanya.

Data hasil sensus nantinya akan menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi, investasi, dan pengembangan inovasi daerah.

Dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga disampaikan Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P. Ia menyebutkan bahwa data akurat sangat dibutuhkan agar kebijakan pemerintah dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Data yang valid akan membantu melihat kondisi perekonomian Asahan secara lebih jelas sehingga program yang dibuat dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Rianto.

Ia juga mengimbau masyarakat Asahan agar menerima petugas sensus serta memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.

Pemprov Sumut berharap kolaborasi antara pemerintah, BPS, dan masyarakat dapat membuat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan sukses serta menghasilkan data yang kuat untuk mendukung pertumbuhan investasi dan inovasi di Sumatera Utara. (*/dyl )


×
Berita Terbaru Update