![]() |
| Pembukaan program yang menjadi langkah awal percepatan infrastruktur pedesaan ini dipusatkan di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Rabu (10/06/2026). |
LIMAPULUH KOTA , Becker.Biz.Id - Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bersama Kodim 0306/50 Kota resmi memulai pelaksanaan Pra TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke-129 Tahun Anggaran 2026. Kegiatan awal tersebut dipusatkan di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Rabu (10/06/2026), sebagai langkah percepatan pembangunan wilayah pedesaan.
Mengangkat tema “Semangat TMMD/N Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah”, kegiatan pembukaan dihadiri Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, unsur kepolisian dari Limapuluh Kota dan Payakumbuh, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa program TMMD/N tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga menjadi ruang memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut selama ini telah memberi kontribusi nyata dalam memperluas akses pembangunan, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendorong tumbuhnya semangat kebangsaan dan gotong royong.
Pada pelaksanaan tahun ini, pekerjaan utama difokuskan pada pembukaan dan peningkatan kualitas badan jalan yang menghubungkan Jorong Buluh Kasok dengan Jorong Aia Putiah di Nagari Sarilamak. Jalur tersebut diharapkan menjadi akses strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga menunjang pengembangan sektor pariwisata.
Sementara itu, Dandim 0306/50 Kota menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program.
Ia menjelaskan bahwa sasaran fisik Pra TMMD/N ke-129 meliputi pembangunan jalan sepanjang 2,7 kilometer, pekerjaan penurunan elevasi jalan sekitar 400 meter, serta pemasangan gorong-gorong pada lima titik yang dianggap penting untuk mendukung kelancaran akses.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, program ini juga mencakup kegiatan sosial dan peningkatan fasilitas dasar masyarakat. Sejumlah pekerjaan tambahan yang direncanakan antara lain pembangunan sumur bor untuk fasilitas umum, pembangunan tujuh unit Rumah Layak Huni (RLH), serta pengerjaan jembatan pendukung konektivitas wilayah.
Dandim berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai target dengan dukungan dan semangat swadaya masyarakat. Dengan terbukanya akses baru tersebut, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang dan kualitas hidup warga ikut meningkat.
Setelah acara pembukaan, rombongan pemerintah daerah bersama jajaran Kodim meninjau langsung lokasi awal pengerjaan jalan yang akan menjadi penghubung antarjorong tersebut.(*/dyl )
