-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hari Anak Nasional 2026, Mahyeldi Tekankan Perlindungan Anak Jadi Prioritas Pembangunan Sumbar

27 July 2026 | 27 July WIB Last Updated 2026-07-26T21:47:00Z

Mahyeldi saat menghadiri Festival Anak Sumbar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di halaman Istana Gubernuran Sumbar, Minggu (26/7/2026).


Padang, Becker.Biz.Id— Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak harus menjadi bagian penting dari pembangunan daerah. Menurutnya, upaya menciptakan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika seluruh pihak bersama-sama menjamin tumbuh kembang anak secara optimal.

Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Festival Anak Sumbar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di halaman Istana Gubernuran Sumbar, Minggu (26/7/2026).

Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar. Hadir pula Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Rini Handayani, Ketua TP-PKK Sumbar Harneli Mahyeldi, unsur Forkopimda, kepala OPD, akademisi, organisasi perempuan, serta perwakilan Forum Anak.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menilai masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas anak-anak yang dipersiapkan sejak dini. Karena itu, pemenuhan hak anak tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diikuti kebijakan dan program yang berkelanjutan.

"Anak-anak adalah aset bangsa. Apa yang mereka butuhkan hari ini harus menjadi perhatian bersama agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter," ujar Mahyeldi.

Pada kesempatan tersebut, Forum Anak Sumbar menyampaikan 15 poin aspirasi yang memuat berbagai isu penting, seperti penyediaan ruang bermain ramah anak, perlindungan dari kekerasan dan perundungan, pencegahan perkawinan usia anak, pendidikan inklusif, transportasi sekolah yang aman, hingga perlindungan anak di ruang digital.

Mahyeldi menegaskan seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan yang berpihak kepada anak.

Ia juga memaparkan hasil awal Program PANTAU SUMBAR (Penguatan Aksi Nyata Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Menuju Sumbar Tangguh 2045). Berdasarkan survei terhadap sekitar 12 ribu anak, sebanyak 21 persen mengaku pernah mengalami kekerasan. Selain itu, masih ditemukan anak yang mengalami kesepian, kehilangan harapan, bahkan memiliki kecenderungan mengakhiri hidup.

Menurut Mahyeldi, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan anak memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga organisasi sosial sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak," katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sumbar terus mengembangkan berbagai program perlindungan anak, di antaranya penguatan Sekolah Rakyat, pendidikan jarak jauh, penyediaan transportasi sekolah, kawasan tanpa asap rokok, peningkatan kualitas pengasuhan keluarga, pengembangan ruang publik ramah anak, serta perluasan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).

Sementara itu, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA RI, Rini Handayani, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumbar yang terus melibatkan anak dalam proses pembangunan melalui Forum Anak.

Menurutnya, suara anak perlu menjadi bagian dari penyusunan kebijakan agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan mereka.

Rangkaian Festival Anak Sumbar 2026 diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, seperti Panggung Ekspresi Forum Anak, Anugerah Forum Anak, pemilihan Tokoh Anak Inspiratif, lomba video vlog, Ranking 1, Forum Anak Masuk Surau, seminar bagi pelajar dan orang tua, serta penyusunan Suara Anak Sumbar.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah mitra perlindungan perempuan dan anak, pemenang Festival Anak Sumbar 2026, Tokoh Anak Inspiratif, serta secara simbolis menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada sejumlah anak.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Provinsi Sumbar berharap sinergi antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, media, dan dunia usaha semakin kuat dalam mewujudkan Sumbar sebagai provinsi yang ramah anak serta melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (dyl)

×
Berita Terbaru Update